BANDUNG — Ancaman kekeringan akibat El Nino membuat Pemkab Bandung menggelontorkan anggaran besar-besaran untuk perbaikan infrastruktur irigasi. Sebanyak 546 titik daerah irigasi (DI) sawah akan diperbaiki secara bertahap, dengan prioritas pada wilayah yang paling rawan kekurangan air.
Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan, perbaikan ini bukan sekadar proyek rutin, melainkan bagian dari strategi mitigasi bencana. Produktivitas padi di Kabupaten Bandung yang mencapai sekitar 6 ton per hektare dinilai terlalu berharga untuk dibiarkan terancam oleh kemarau.
"Kami sudah mengusulkan penanganan 546 daerah irigasi sebagai persiapan menghadapi kemarau panjang dan untuk memastikan kebutuhan air masyarakat maupun pertanian tetap terjaga," ujarnya saat koordinasi lintas sektor di Kabupaten Bandung, Selasa.
Berdasarkan kajian konsultan, kebutuhan total perbaikan 546 DI tersebut mencapai Rp947 miliar. Dari jumlah itu, Pemkab Bandung telah mengamankan anggaran Rp334 miliar pada tahun ini. Sisanya akan dialokasikan pada anggaran tahun depan.
"Alhamdulillah, tahun ini telah disetujui anggaran sebesar Rp334 miliar, sedangkan sisanya akan dialokasikan pada tahun depan," tambah Dadang.
Pemkab Bandung tidak hanya fokus pada irigasi pertanian. Perumda Air Minum Tirta Raharja telah diinstruksikan untuk memetakan wilayah yang berpotensi krisis air bersih. Setiap kecamatan akan disiapkan penampung air (toren) dan mobil tangki air sebagai cadangan distribusi.
"Pada saat musim kemarau panjang nanti, kita sudah memiliki titik-titik persiapan cadangan air minum. Di setiap kecamatan akan disiapkan toren dan mobil tangki air," kata Dadang.
Langkah ini menjadi krusial mengingat Kabupaten Bandung memiliki lahan pertanian seluas 93.797 hektare. Data BPS Jawa Barat mencatat produktivitas padi di daerah ini mencapai 60 ton per 100 hektare atau setara 6 ton per hektare. Angka tersebut menjadikan ketersediaan air sebagai faktor penentu utama ketahanan pangan lokal.
Dengan kombinasi perbaikan irigasi dan kesiapan distribusi air bersih, Pemkab Bandung berharap dampak El Nino bisa ditekan seminimal mungkin, baik terhadap produksi pangan maupun kehidupan sehari-hari warga.