CIREBON — Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Cirebon resmi beroperasi. Peluncuran lembaga pendidikan yang menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu ini ditandai dengan peresmian oleh Bupati Cirebon Drs H Imron MAg bersama jajaran Forkopimda setempat.
Imron menyebut kehadiran sekolah ini menjadi harapan baru bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera untuk mengakses pendidikan layak dan berkualitas. Ia menegaskan para siswa yang diterima merupakan anak-anak pilihan yang mendapat kesempatan memperbaiki masa depan.
"Anak-anak ini adalah penerus bangsa. Saya bangga kepada para orang tua yang telah mendukung putra-putrinya bersekolah di Sekolah Rakyat Terintegrasi. Mereka adalah anak-anak pilihan yang memiliki kesempatan untuk meraih masa depan lebih baik," ujar Imron dalam keterangan yang diterima, Jumat (31/7).
Tenaga Pendidik Terseleksi dan Asesmen Psikodinamik Jadi Modal Awal
Imron menjelaskan para tenaga pendidik yang bertugas di Sekolah Rakyat telah melalui proses seleksi. Mereka diharapkan mampu memberikan pendampingan maksimal, baik dalam kegiatan belajar maupun pembinaan karakter siswa.
Ia berharap keberadaan sekolah ini mampu melahirkan generasi unggul yang berkontribusi mewujudkan Indonesia Emas 2045. "Kalau mereka berprestasi, peluang untuk melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi juga terbuka," katanya.
Direktur Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Kementerian Sosial RI, Suratna menambahkan, sebelum memulai kegiatan belajar, seluruh siswa yang diterima telah menjalani asesmen psikodinamik. Asesmen tersebut dilakukan untuk memetakan karakter, kebiasaan, serta pola interaksi setiap peserta didik.
Fasilitas Asrama Disiapkan, Orang Tua Siswa Bersyukur
Suratna memastikan seluruh sarana pembelajaran dan fasilitas asrama telah disiapkan agar siswa dapat belajar dengan aman dan nyaman. Ia menegaskan sekolah ini bukan sekadar akses pendidikan, melainkan ruang tumbuh bagi anak-anak Indonesia.
"Mereka belajar, mereka tumbuh, mereka bermimpi, lalu mewujudkan mimpi itu dari sini. Ini bukan hanya tentang hari ini, tetapi tentang masa depan," tegas Suratna. "Kalian bukan sekadar siswa, tetapi masa depan Indonesia."
Rasa syukur turut disampaikan para orang tua siswa. Salim, orang tua salah seorang siswa tingkat sekolah dasar, mengaku sangat bahagia karena putranya diterima di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Cirebon.