Decart, startup AI yang baru berusia dua tahun, mengumumkan Oasis 3 pada Rabu (19/2) sebagai model dunia pertama yang bisa digunakan untuk simulasi berkendara tanpa batas. Perusahaan yang berbasis di Israel ini menargetkan perusahaan kendaraan otonom yang membutuhkan simulasi skenario langka dalam skala besar, serta berencana merambah ke robotika dan aplikasi AI fisik lainnya.
CEO Decart Dean Leitersdorf mengklaim model mereka sepuluh kali lebih murah dijalankan dibandingkan kompetitor berkat vertikal integrasi perangkat lunak DOS (Decart Optimization Stack) yang dioptimalkan untuk hardware Nvidia, Amazon, dan Google. "Kami mampu lebih dari satu urutan besaran lebih murah dari siapa pun di industri untuk menjalankan model ini," ujarnya kepada TechCrunch.
Klaim efisiensi ini didukung oleh fakta bahwa Decart hanya membakar "jauh di bawah" $100 juta sepanjang masa operasinya — jumlah yang tergolong kecil untuk startup AI generatif. Pendekatan ini memungkinkan Decart menawarkan harga API yang kompetitif: $0,02 per detik untuk akses standar, dengan harga enterprise yang disesuaikan dengan kebutuhan.
Oasis 3 menghasilkan lingkungan multi-kamera — satu depan dan dua samping — untuk pelatihan dan pengujian sistem otonom. Dalam pengujian TechCrunch, model ini menghasilkan pemandangan New York City yang indah dari satu prompt teks. Namun, koherensi tematik menurun drastis saat pengguna menjelajahi dunia lebih lama: kota berubah menjadi pemandangan urban generik, dan pengguna tidak bisa kembali ke titik awal.
Masalah yang lebih krusial: mobil dalam simulasi bisa menembus kendaraan lain, menandakan model belum mensimulasikan fisika dengan benar. Leitersdorf mengakui ini sebagai "masalah riset besar yang sedang kami pecahkan," karena data kecelakaan jauh lebih sedikit dibanding data berkendara normal. Model Oasis 3 bekerja secara auto-regresif — menghasilkan satu frame per detik dengan melihat frame sebelumnya — yang menjadi tantangan utama untuk konsistensi fisika jangka panjang.
Decart sudah memiliki lebih dari 100.000 pengembang yang membangun produk di atas model video real-time mereka sebelumnya, Lucy, terutama di e-commerce dan live streaming. Oasis 3 dibangun di atas fondasi model tersebut sebagai langkah ekspansi ke AI fisik.
Peluncuran Oasis 3 terjadi beberapa pekan setelah Decart mengumumkan pendanaan $300 juta yang menaikkan valuasi perusahaan menjadi hampir $4 miliar. Investor strategis dalam putaran ini termasuk Toyota, Adobe, dan eBay — semuanya calon pelanggan potensial. Nvidia, investor yang sudah ada sebelumnya, juga ikut serta.
Persaingan di ranah world model semakin ketat. Google merilis Genie 3 dalam pratinjau riset tahun lalu, World Labs milik Fei-Fei Li meluncurkan Marble untuk penggunaan komersial, dan startup video generatif seperti Luma serta Runway juga menerjemahkan model video mereka yang sadar fisika menjadi world model. Namun, Oasis 3 menjadi yang pertama menawarkan akses API terbuka dengan harga per detik — sebuah langkah yang bisa mempercepat adopsi di kalangan pengembang.