KUNINGAN — Ratusan warga di Desa Mekarsari, Kecamatan Maleber, kembali mengeluhkan pelayanan listrik yang tak menentu dalam sepekan terakhir. Aliran listrik padam secara tiba-tiba tanpa pemberitahuan matang dari petugas. Kondisi ini dikeluhkan warga karena mengganggu aktivitas rumah tangga hingga usaha mikro.
“Kemarin malam mati lagi dari jam 7 sampai jam 10 malam. Tidak ada info sebelumnya. Ini sudah tiga kali dalam seminggu,” ujar seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya kepada Kuningan Mass, Kamis (11/6/2026).
Menanggapi keluhan itu, Staf TL Teknik ULP PLN Cilimus, Akai, memberikan penjelasan terbatas. Ia menyebut kewenangan penuh informasi berada di kantor UP3 Cirebon. “Untuk saat ini mohon maaf pak, instruksi informasi yang berwenang di UP3 Cirebon,” tuturnya.
Meski demikian, Akai memberikan gambaran umum mengenai penyebab mati lampu di sejumlah titik. Ia menjelaskan bahwa petugas PLN di lapangan tengah gencar melaksanakan agenda kegiatan teknis. “Sejauh ini memang PLN sedang ada kegiatan penguatan di sistem untuk memastikan kehandalan pasokan listrik ke masyarakat,” paparnya.
Berdasarkan laporan yang dihimpun, pemadaman tidak hanya terjadi di Desa Mekarsari. Sejumlah wilayah pemukiman lain di Kuningan juga mengalami nasib serupa. Durasi padam bervariasi antara 1 hingga 3 jam per kejadian, tanpa jadwal yang jelas.
Warga berharap pihak PLN dapat memberikan informasi lebih awal jika memang harus ada pemadaman. “Kami tidak masalah kalau ada perbaikan, asal dikasih tahu. Ini tiba-tiba mati, kerjaan jadi berantakan,” tambah sumber yang sama.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari PLN UP3 Cirebon mengenai jadwal maupun durasi program penguatan sistem tersebut. Warga diimbau untuk melaporkan pemadaman berkepanjangan melalui aplikasi PLN Mobile atau menghubungi contact center 123.
Program penguatan sistem kelistrikan biasanya meliputi pemeliharaan jaringan, pemasangan transformator baru, atau relokasi tiang listrik. Namun tanpa komunikasi yang baik, agenda teknis ini justru menimbulkan keresahan di tingkat warga.