JAWA BARAT — Kecelakaan terjadi sekitar pukul 11.45 WIB di lajur 1 tol tersebut. Enam kendaraan yang terlibat terdiri dari satu mobil pikap, satu mobil boks, dua truk trailer, dan dua truk. Seluruhnya melaju dari arah Bintara menuju Cakung.
Kasat PJR Polda Metro Jaya AKBP Rieki Indra Bratamanggala mengonfirmasi identitas para korban. Gandi Sugandi, sopir truk kontainer, meninggal dunia di tempat kejadian. Sementara itu, Hamdan Hidayat, sopir pikap, mengalami luka berat dan Jajang Irawan, sopir truk, menderita luka ringan.
"Korban Hamdan Hidayat (sopir pikap) luka berat, Jajang Irawan (sopir truk) luka ringan, dan Gandi Sugandi (sopir kontainer) meninggal dunia," kata Rieki Indra dalam keterangannya, Sabtu.
Menurut Rieki, kronologi kecelakaan bermula saat lima kendaraan di bagian depan mengurangi kecepatan karena arus lalu lintas mulai padat. Truk yang berada di posisi paling belakang diduga tidak mampu mengantisipasi perlambatan tersebut.
"Dari belakang, kendaraan truk diduga mengantuk atau microsleep tidak bisa mengendalikan kendaraan sehingga menabrak kendaraan di depannya," tuturnya. Tabrakan dari belakang itu kemudian memicu efek domino yang melibatkan seluruh kendaraan di lajur 1.
Petugas dari PJR Polda Metro Jaya langsung mengevakuasi seluruh kendaraan dari lokasi kejadian. Para korban dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Belum ada keterangan resmi mengenai kondisi arus lalu lintas pasca-evakuasi.
Kecelakaan akibat microsleep kerap terjadi di ruas tol Jakarta, terutama pada jam-jam rawan kelelahan setelah tengah hari. Polisi mengimbau pengemudi kendaraan berat untuk memanfaatkan rest area secara berkala guna menghindari insiden serupa.