BANDUNG — Lonjakan harga cabai merah keriting menjadi pendorong utama inflasi bahan pangan harian di Jawa Barat. Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok Kementerian Perdagangan (SP2KP Kemendag) yang dirilis pukul 14.37 WIB, komoditas ini naik Rp 914 dalam sehari.
Kenaikan harga cabai ini dibarengi dengan harga daging ayam ras yang naik tipis 0,53 persen menjadi Rp 39.883 per kg. Sementara itu, harga beras premium dan beras medium juga mengalami kenaikan masing-masing 0,16 persen dan 0,35 persen.
Untuk minyak goreng, harga minyak sawit kemasan premium naik 0,17 persen menjadi Rp 21.256 per liter. Namun, harga minyak goreng curah dan Minyakita terpantau stabil di angka Rp 19.770 per liter dan Rp 15.700 per liter.
Di sisi lain, tiga komoditas justru mengalami penurunan harga. Bawang putih honan menjadi komoditas dengan penurunan paling tajam, yakni turun 1,74 persen menjadi Rp 34.223 per kg. Adapun bawang merah turun tipis 0,36 persen dan tepung terigu turun 0,05 persen.
Berikut rincian harga bahan pangan di Jawa Barat berdasarkan data SP2KP Kemendag pada Selasa (11/8/2026):
Kenaikan harga cabai merah keriting patut menjadi perhatian karena menjadi komoditas dengan kenaikan tertinggi hari ini. Fluktuasi harga cabai biasanya dipengaruhi oleh gangguan cuaca dan distribusi dari sentra produksi.
Meski demikian, harga telur ayam ras, gula pasir curah, dan kedelai impor terpantau stabil. Stabilitas harga komoditas ini diharapkan mampu menahan laju inflasi bahan pangan di tingkat konsumen Jawa Barat.