Soekarno Cup 2026: Banteng Jabar Hajar Tuan Rumah 4-1 di Surabaya, Hattrick Ramadan Maulana Jadi Pembeda

Penulis: Darmawan Putra  •  Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:20:01 WIB
Banteng Jabar mengalahkan tuan rumah Banteng Jatim dengan skor 4-1 pada laga pembuka Grup A Soekarno Cup 2026 di Stadion Gelora 10 November, Surabaya.

SURABAYA — Banteng Jawa Barat memetik hasil sempurna pada partai pembuka Grup A Soekarno Cup 2026. Bertandang ke markas Banteng Jawa Timur di Stadion Gelora 10 November, tim berjuluk Lodaya itu menang meyakinkan dengan skor 4-1.

Kemenangan ini langsung membawa Banteng Jabar bercokol di posisi teratas klasemen sementara Grup A. Skuad asuhan pelatih asal Bandung itu pun menjadi tim pertama di turnamen ini yang sukses mengoleksi tiga poin penuh dengan selisih gol besar.

Babak Pertama Sengit, Jabar Unggul Tipis

Jalannya pertandingan sejak menit awal sudah berlangsung dengan tempo tinggi. Kedua tim sama-sama berani menekan dan saling bertukar serangan, menciptakan duel sengit di lini tengah.

Banteng Jabar yang tampil lebih klinis di depan gawang berhasil memecah kebuntuan lebih dulu. Keunggulan tipis 2-1 bertahan hingga wasit meniup peluit turun minum, menutup babak pertama dengan skor ketat.

Hattrick Ramadan Maulana Hancurkan Mental Tuan Rumah

Memasuki babak kedua, Banteng Jatim mencoba keluar dari tekanan dan berupaya menyamakan kedudukan. Namun, upaya tuan rumah justru berbalas petaka saat pertandingan memasuki menit ke-78.

Bintang muda Banteng Jabar, Ramadan Maulana, menjadi aktor utama di panggung paruh kedua. Gol yang dicetaknya pada menit tersebut melengkapi hattrick-nya sekaligus mengubah papan skor menjadi 3-1. Mental bertanding tuan rumah pun runtuh setelahnya.

Banteng Jabar tidak mengendurkan serangan hingga masa injury time. Ihsan Malik memastikan kemenangan manis menjadi 4-1 lewat gol penutupnya sebelum peluit panjang berbunyi.

Pembukaan Meriah, Padukan Sepak Bola dan Budaya

Soekarno Cup 2026 sendiri resmi dibuka dengan kemeriahan yang memadukan olahraga dan seni budaya. Upacara pembukaan menampilkan atraksi drum band yang mengiringi defile kontingen dari berbagai daerah di Indonesia.

Pertunjukan reog, jaranan, bantengan, hingga tarian kontemporer turut menyemarakkan acara. Ketua Panitia Nasional Soekarno Cup, Komarudin Watubun, menyebut perpaduan ini sengaja dihadirkan sebagai simbol perekat keberagaman bangsa.

"Setiap kontingen membawa identitas daerahnya masing-masing, tetapi seluruhnya bertemu dalam satu arena melalui sepak bola. Kami ingin generasi muda tidak hanya berkembang sebagai atlet berprestasi, tetapi juga memiliki karakter, rasa kebersamaan, dan kepedulian terhadap budaya bangsa," tegas Komarudin dalam keterangannya.

Kompetisi Usia Dini Kunci Pembentukan Karakter Atlet

Juru Bicara Soekarno Cup yang juga legenda Tim Nasional Indonesia, Anang Ma'ruf, menekankan pentingnya kompetisi usia dini dalam membentuk atlet masa depan. Menurutnya, pembinaan pemain muda tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan teknis di lapangan.

"Kompetisi menjadi ruang bagi pemain muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus membentuk mental, sportivitas, kerja sama, dan kedisiplinan," ujar Anang di sela pembukaan Soekarno Cup 2026.

Pernyataan ini mempertegas arah turnamen yang tidak hanya berorientasi pada hasil akhir, tetapi juga proses pembentukan karakter atlet muda Indonesia.

Reporter: Darmawan Putra
Sumber: jurnal9.tv This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top