Kunjungan Turis Asing ke Pangandaran Mulai Pulih, Disparbud Siapkan Promosi Khusus dan Percepat Badan Promosi Wisata Daerah

Penulis: Bayu Nugroho  •  Senin, 24 Agustus 2026 | 14:01:31 WIB
Kepala Disparbud Kabupaten Pangandaran, Dadan Sugista, menyatakan frekuensi kunjungan turis asing belum seramai era 1990-an hingga awal 2000-an.
ini dinilai masih jauh dari kejayaan era 1980-an hingga awal 2000-an. ISI:

PANGANDARAN — Pemerintah Kabupaten Pangandaran tengah menyusun langkah konkret untuk menggenjot kunjungan wisatawan mancanegara ke sejumlah destinasi unggulan. Kepala Disparbud Kabupaten Pangandaran, Dadan Sugista, mengakui frekuensi kehadiran turis asing di wilayahnya saat ini tidak seramai beberapa dekade lalu.

"Memang tidak seperti tahun 90an atau awal 2000an yang lalu," katanya kepada Radar Minggu (23/8/2026).

Kendati demikian, Dadan melihat adanya sinyal pemulihan yang perlahan muncul. Dalam beberapa tahun terakhir, pergerakan wisatawan mancanegara justru kembali menunjukkan tren positif yang cukup menggembirakan.

Badan Promosi Wisata Jadi Prioritas

Untuk mempercepat pemulihan tersebut, Disparbud Pangandaran berencana memperkuat promosi yang lebih terarah. Salah satu langkah yang disiapkan adalah mempercepat pembentukan Badan Promosi Wisata Daerah.

"Rencana akan ada promosi khusus untuk menarik wisatawan asing ke Pangandaran," ujarnya.

Keberadaan badan ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam memasarkan potensi wisata Pangandaran ke pasar global. Badan ini juga diharapkan menjembatani koordinasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan komunitas pariwisata setempat.

Pantai Batu Karas Masih Jadi Primadona

Di tengah upaya pemulihan ini, sejumlah destinasi tetap menjadi andalan. Dadan menyebut Pantai Batu Karas masih menjadi salah satu tujuan yang paling diminati turis asing ketika berkunjung ke Pangandaran.

Ombaknya yang konsisten dan suasana yang lebih tenang dibanding pantai utama Pangandaran menjadikan kawasan ini favorit bagi peselancar mancanegara. Namun, pemerintah daerah belum memiliki data rinci mengenai negara asal wisatawan mancanegara yang berkunjung.

Data kunjungan yang tersedia saat ini masih mengacu pada catatan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda). Ketiadaan data terperinci ini menjadi catatan penting, karena menyulitkan penyusunan strategi promosi yang lebih tepat sasaran sesuai karakteristik wisatawan dari masing-masing negara.

Reporter: Bayu Nugroho
Sumber: radartasik.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top