PASIRJAMBU — Pemerintah Kabupaten Bandung menyepakati langkah konservasi lingkungan baru dengan melibatkan puluhan ribu pekerja di wilayahnya. Setiap anggota serikat buruh kini diwajibkan menanam minimal dua bibit pohon di area tempat tinggal atau lingkungan kerja masing-masing yang berada di wilayah Kabupaten Bandung.
Kebijakan ini muncul sebagai bentuk komitmen bersama antara pemerintah daerah dan organisasi pekerja dalam menjaga kelestarian alam. Dengan total anggota buruh mencapai 90 ribu orang, gerakan ini diproyeksikan mampu menambah populasi vegetasi hingga 180 ribu pohon baru di seluruh titik strategis kabupaten.
Target 180 Ribu Pohon dari Gerakan Mandiri Buruh
Bupati Bandung Dadang Supriatna menjelaskan bahwa kesepakatan ini merupakan tindak lanjut dari visi besar penghijauan daerah. Menurutnya, keterlibatan aktif sektor pekerja akan menjadi mesin penggerak yang efektif untuk memastikan program lingkungan tidak hanya berhenti pada seremoni pejabat semata.
“Ya, kita sudah sepakat dengan serikat buruh. Jumlahnya sekitar 90 ribu orang dan wajib menanam pohon, satu orang dua pohon. Nantinya bisa ditanam di halaman rumah masing-masing ataupun di lingkungan perusahaan, yang penting ditanam di wilayah Kabupaten Bandung,” ujar pria yang akrab disapa Kang DS tersebut.
Langkah ini diharapkan menciptakan budaya sadar lingkungan di kalangan buruh. Selain meningkatkan tutupan lahan hijau, penanaman mandiri ini menjadi strategi jangka panjang pemda untuk mengikat tanggung jawab sosial perusahaan dan pekerja terhadap ekosistem lokal.
Mitigasi Banjir Bandang Melalui Aksi di Pasirjambu
Sebagai titik awal gerakan, Pemkab Bandung bersama serikat buruh telah merealisasikan penanaman hampir 12 ribu pohon di kawasan Kecamatan Pasirjambu, Sabtu (10/5/2026). Lokasi penanaman dipusatkan di Kantor Balai Pendidikan dan Pelatihan Pembangunan Karakter SDM Transportasi (BP3KSDMT), Kampung Papakmangu, Desa Cibodas.
Pemilihan lokasi di Pasirjambu bukan tanpa alasan. Wilayah ini merupakan salah satu area resapan penting yang perlu dijaga stabilitas tanahnya untuk mencegah bencana hidrometeorologi. Bupati menekankan bahwa penghijauan kembali kawasan ini adalah harga mati untuk melindungi warga dari ancaman air bah saat musim hujan tiba.
“Mudah-mudahan ini menjadi langkah untuk terus melestarikan lingkungan dan menghijaukan kembali lingkungan sehingga tidak terjadi lagi banjir bandang di wilayah Kabupaten Bandung,” kata Kang DS saat meninjau langsung proses penanaman bibit di lokasi.
Momentum May Day untuk Kelestarian Lingkungan
Aksi penghijauan massal ini juga menjadi cara unik Pemerintah Kabupaten Bandung dalam memaknai Hari Buruh Internasional atau May Day. Alih-alih hanya diisi dengan orasi, momentum ini diarahkan menjadi ruang kolaborasi nyata antara buruh dan pemerintah dalam isu-isu lingkungan hidup.
Bupati mengapresiasi tinggi keterlibatan serikat buruh yang bersedia mengambil peran dalam isu konservasi. Menurutnya, membumikan gerakan lingkungan hidup adalah kewajiban kolektif yang harus dilaksanakan secara konsisten oleh seluruh elemen masyarakat, termasuk kelompok pekerja.
“Alhamdulillah hari ini bisa hadir langsung dalam rangka menanam pohon dan menjaga lingkungan. Melestarikan dan membumikan lingkungan merupakan suatu hal yang wajib dilaksanakan,” pungkasnya.