BOGOR — Tim mahasiswa Fakultas Hukum Unpak membuktikan bahwa inovasi kuliner tidak mengenal batas jurusan. Mereka sukses membawa produk Sambal Inong menembus program nasional P2MW 2026 yang bergengsi di kalangan perguruan tinggi.
Rempah Lokal Jadi Andalan Utama
Sambal Inong mengandalkan bahan baku rempah-rempah lokal yang mudah ditemukan di sekitar Bogor. Tim pengembang memilih racikan bumbu tradisional yang diklaim mampu menggugah selera tanpa bahan pengawet buatan.
Produk ini dikemas dalam botol kecil siap saji, menyasar pasar anak kos, pekerja kantoran, hingga ibu rumah tangga yang ingin praktis namun tetap menikmati cita rasa rumahan. Harganya pun dibanderol terjangkau, berkisar antara Rp 15 ribu hingga Rp 25 ribu per botol tergantung varian.
Bukan Sekadar Bisnis, Tapi Ajang Pembuktian
Kepala Program Studi Fakultas Hukum Unpak menyebut bahwa lolosnya Sambal Inong ke P2MW 2026 menjadi bukti bahwa mahasiswa hukum juga mampu bersaing di bidang kewirausahaan. "Kami sangat bangga. Ini menunjukkan bahwa kreativitas tidak dibatasi oleh ruang kelas atau kurikulum," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima redaksi.
Tim mahasiswa yang digawangi oleh tiga orang ini mengaku proses seleksi berlangsung ketat. Mereka harus menyusun proposal bisnis lengkap dengan analisis pasar, strategi produksi, hingga proyeksi keuangan. Selama tiga bulan terakhir, mereka juga melakukan uji coba rasa kepada puluhan responden di lingkungan kampus dan pasar tradisional.
Target Pasar dan Rencana Produksi Massal
Saat ini, Sambal Inong masih diproduksi dalam skala kecil, sekitar 50 hingga 100 botol per minggu. Namun, dengan adanya pendanaan dari P2MW, tim berencana meningkatkan kapasitas produksi hingga 500 botol per minggu dalam tiga bulan ke depan.
Mereka juga tengah menjajaki kerja sama dengan beberapa warung makan dan toko oleh-oleh di wilayah Bogor. "Kami ingin produk ini tidak hanya dikenal di kampus, tapi bisa dinikmati masyarakat luas," kata salah satu anggota tim.
Apa yang Membuat Sambal Inong Berbeda dari Sambal Lain?
Sambal Inong mengusung konsep "sambal rumahan dengan sentuhan modern". Bedanya dengan produk sambal instan pabrikan, sambal ini tidak menggunakan pengawet dan MSG berlebih. Semua bumbu dihaluskan secara manual, bukan dengan mesin industri, sehingga tekstur dan aromanya lebih alami.
Bagaimana Cara Mahasiswa Hukum Mengelola Bisnis Sambil Kuliah?
Tim Sambal Inong menerapkan sistem pembagian tugas yang ketat. Satu orang fokus pada produksi, satu orang pada pemasaran digital, dan satu orang lagi pada administrasi dan keuangan. Mereka mengaku memanfaatkan waktu luang di akhir pekan dan malam hari untuk memproduksi sambal, sehingga tidak mengganggu jadwal perkuliahan.
Kapan Produk Ini Akan Tersedia di Pasaran?
Produk Sambal Inong rencananya mulai dipasarkan secara luas pada Maret 2026. Saat ini mereka masih dalam tahap pengemasan ulang dan pengurusan izin PIRT dari Dinas Kesehatan Kota Bogor. Untuk sementara, pemesanan bisa dilakukan melalui akun Instagram resmi @sambalinong_unpak.