BANDUNG — Kepadatan arus lalu lintas langsung terasa di sejumlah titik utama Kota Bandung setelah Kepolisian Resor Kota Besar Bandung mencatat hampir 90.000 kendaraan masuk ke kota tersebut. Angka ini diperkirakan masih akan terus bertambah hingga akhir pekan nanti.
Mengapa Jumlah Kendaraan Masuk Jauh Lebih Besir dari yang Keluar?
Kasatlantas Polrestabes Bandung AKBP Hudi Arif mengungkapkan disparitas signifikan antara kendaraan yang masuk dan keluar. “Untuk kendaraan yang masuk ke arah Kota Bandung hari ini sudah tercatat sekitar 90 ribu kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Sedangkan yang keluar sekitar 60 ribu kendaraan,” jelasnya di Bandung, Jumat.
Selisih 30.000 kendaraan ini menjadi indikator kuat bahwa mayoritas pengendara memilih Bandung sebagai tujuan akhir, bukan sekadar kota transit. Akumulasi kendaraan inilah yang kemudian memicu perlambatan di berbagai ruas jalan.
Empat Gerbang Tol Ini Jadi Titik Macet Paling Krusial
AKBP Hudi Arif memetakan sejumlah titik rawan kemacetan yang perlu diantisipasi. Menurutnya, kepadatan paling parah terjadi di akses keluar-masuk gerbang tol yang menjadi pintu utama wisatawan dari luar daerah.
“Titik-titik kepadatan arus lalu lintas yang ada di Kota Bandung ini, yang kita perlu antisipasi di gerbang tol keluar atau masuk ke Kota Bandung seperti di GT Pasteur, Buahbatu, Moh Toha, dan Summarecon,” ujarnya.
Selain Tol, Kawasan Belanja dan Wisata Juga Waspada Macet
Kepadatan tidak hanya terjadi di jalan tol. Polisi juga memprediksi lonjakan volume kendaraan di pusat perbelanjaan dan destinasi wisata favorit warga. “Untuk titik-titik lain, seperti pusat perbelanjaan, seperti mal-mal besar dan juga jalur-jalur yang menuju ke tempat wisata, seperti simpang lampu merah di Ledeng dan juga daerah Dago,” kata Hudi.
Personel kepolisian telah ditempatkan di sejumlah titik strategis untuk mengurai kemacetan dan mengatur arus lalu lintas.
Berapa Lama Warga Harus Menghadapi Kemacetan Ini?
Pihak kepolisian memperkirakan puncak volume kendaraan akan terus berlanjut. “Kami memprediksi peningkatan volume kendaraan akan terjadi hingga Minggu (31/5),” ucap AKBP Hudi Arif.
Masyarakat yang hendak bepergian diimbau untuk mengatur waktu perjalanan dan mematuhi aturan lalu lintas. “Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas dan mengutamakan keselamatan selama berkendara,” pungkasnya.