Pencarian

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Forum KRL Kabupaten Bogor Dikukuhkan di Telaga Saat, 400 Lebih Kelompok Tersebar di 40 Kecamatan

Jumat, 05 Juni 2026 • 17:47:31 WIB
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Forum KRL Kabupaten Bogor Dikukuhkan di Telaga Saat, 400 Lebih Kelompok Tersebar di 40 Kecamatan
Pengukuhan Forum KRL di Telaga Saat menandai penguatan peran warga dalam pengelolaan lingkungan di Kabupaten Bogor.

BOGOR — Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Bogor untuk memperkuat peran warga dalam pengelolaan lingkungan. Pengukuhan Forum KRL (Kelompok Rukun Lingkungan) digelar di Telaga Saat, sebuah kawasan wisata berbasis konservasi di Kecamatan Megamendung, pada Rabu (5/6).

Total ada lebih dari 400 KRL yang tersebar di 40 kecamatan se-Kabupaten Bogor. Kelompok ini menjadi ujung tombak program kebersihan, penghijauan, dan pengelolaan sampah berbasis komunitas.

Apa Bedanya KRL dengan Bank Sampah Biasa?

KRL tidak hanya mengelola sampah, tetapi juga merangkul warga dalam aksi nyata seperti pembuatan biopori, komposting, hingga penanaman pohon di lahan kritis. Setiap kelompok memiliki koordinator yang langsung berkoordinasi dengan dinas lingkungan hidup setempat.

Forum KRL ini juga menjadi wadah edukasi. Warga diajak memilah sampah dari rumah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, dan mengolah limbah organik menjadi pupuk. “Ini gerakan dari bawah. Tanpa partisipasi warga, program lingkungan apapun akan sulit berjalan,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor saat ditemui di sela acara.

400 KRL untuk 40 Kecamatan: Cukup atau Kurang?

Dengan jumlah desa dan kelurahan yang mencapai 435, angka 400 KRL dinilai masih perlu ditambah. Pemerintah menargetkan setiap desa memiliki setidaknya satu KRL aktif pada 2026. Saat ini, beberapa kecamatan seperti Cibinong, Cileungsi, dan Gunung Putri sudah memiliki lebih dari 15 KRL per wilayah.

Kecamatan dengan KRL terbanyak justru berada di kawasan hulu seperti Megamendung dan Cisarua. Hal ini wajar mengingat daerah tersebut menjadi penyangga utama resapan air bagi Jakarta dan sekitarnya.

Mengapa Telaga Saat Dipilih sebagai Lokasi Pengukuhan?

Telaga Saat merupakan salah satu destinasi ekowisata yang dikelola oleh Forum KRL setempat. Tempat ini menjadi contoh konkret bagaimana kelompok warga bisa mengubah lahan kritis menjadi area hijau produktif. Selain sebagai lokasi wisata, Telaga Saat juga berfungsi sebagai kolam retensi dan habitat burung air.

Pengukuhan di lokasi ini sengaja dipilih untuk menunjukkan bahwa KRL bukan sekadar organisasi seremonial. “Kami ingin warga melihat langsung hasil kerja KRL. Ini bukan proyek pemerintah, tapi gerakan warga,” tambah Kadis LH.

Langkah Selanjutnya: Sertifikasi dan Pendanaan

Pemerintah Kabupaten Bogor berencana memberikan sertifikasi bagi KRL yang aktif selama dua tahun berturut-turut. Sertifikat ini akan menjadi syarat untuk mengakses dana bantuan lingkungan dari APBD maupun CSR perusahaan.

Forum KRL juga akan didorong untuk mendaftar sebagai lembaga resmi agar bisa mengelola dana secara mandiri. Saat ini, sebagian besar KRL masih bergantung pada iuran anggota dan sumbangan sukarela.

Bagikan
Sumber: radarbogor.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks