BANDUNG — Kota Bandung bersiap menggelar gelaran ekonomi kreatif terbesarnya. Pemkot melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) resmi meluncurkan Pasar Kreatif Bandung 2026 yang akan berlangsung selama nyaris dua bulan penuh, tepatnya 8 Juni hingga 2 Agustus 2026.
Kepala Disdagin Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin, menyebutkan bahwa acara ini menjadi 'launching' sekaligus pembuka dari Program Bulan Belanja Bandung. “Pasar Kreatif Bandung menjadi pembuka sekaligus 'launching' Bulan Belanja Bandung pada 8 Juni di Paris Van Java,” ujar Ronny di Bandung, Jumat.
Delapan Mal Jadi Lokasi Pameran UMKM
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, tahun ini ajang tersebut melibatkan lebih banyak pusat perbelanjaan. Ronny mengungkapkan, delapan mal yang menjadi lokasi penyelenggaraan adalah Paris Van Java, Cihampelas Walk, Paskal 23, Trans Studio Mall, Kings Shopping Center, Summarecon Mall Bandung, Festival Citylink, dan Botanika.
“Ini meningkat dari tahun sebelumnya. Mereka sudah melalui proses seleksi dan kurasi agar sesuai dengan pasar di masing-masing mal,” katanya menjelaskan proses ketat yang harus dilalui para pelaku usaha.
339 UMKM Lolos Kurasi, Target Utama Bukan Sekadar Jualan
Sebanyak 339 UMKM binaan telah dinyatakan lolos kurasi dan siap memamerkan produk unggulan mereka. Angka ini menunjukkan peningkatan partisipasi dibandingkan edisi sebelumnya. Produk yang ditampilkan mencakup tiga sektor utama: fesyen, kriya, dan kuliner khas Kota Bandung.
Menariknya, tujuan utama program ini tidak semata-mata mengejar transaksi penjualan. “Tujuan utamanya adalah meningkatkan branding. Setelah itu baru diharapkan ada peningkatan penjualan dan omzet,” tegas Ronny.
Eksposur di Mal Dinilai Dongkrak Daya Saing Produk Lokal
Pemkot meyakini, masuknya UMKM ke pusat perbelanjaan modern memberikan pengalaman berbeda bagi para pengusaha yang biasanya berjualan di lokasi konvensional. “Ketika mereka masuk ke mal, exposure-nya berbeda. Ini akan membantu meningkatkan citra dan daya saing produk mereka,” ujar Ronny.
Selain sebagai ajang pameran dan penjualan, Pasar Kreatif Bandung 2026 juga dirancang sebagai wadah perluasan jejaring bisnis. Ronny menambahkan, kegiatan ini membuka peluang kerja sama dengan para buyer maupun investor potensial. “Pasar Kreatif Bandung juga membuka peluang jejaring bisnis baru bagi pelaku UMKM, termasuk potensi kerja sama dengan buyer maupun investor,” pungkasnya.