Pencarian

Puncak Kemarau di Jawa Barat Diprediksi Agustus 2026, BPBD Siagakan Tangki Air dan Alat Pemadam Karhutla

Sabtu, 06 Juni 2026 • 21:04:32 WIB
Puncak Kemarau di Jawa Barat Diprediksi Agustus 2026, BPBD Siagakan Tangki Air dan Alat Pemadam Karhutla
BPBD Jawa Barat siagakan tangki air dan alat pemadam karhutla menghadapi puncak kemarau Agustus 2026.

BANDUNG — BPBD Jawa Barat belum menetapkan status siaga darurat kekeringan meskipun puncak musim kemarau diprediksi tiba pada Agustus 2026. Keputusan itu diambil karena kondisi cuaca di lapangan masih menunjukkan anomali, dengan sebagian wilayah masih diguyur hujan dan bahkan mengalami banjir.

"Secara siklus memang sudah kemarau, tapi kondisi di lapangan masih dinamis. Jadi kita masih wait and see," ujar Pranata Humas Ahli Muda BPBD Jabar, Hadi Rahmat, Sabtu (6/6/2026).

El Nino Moderat Memperpanjang Durasi Kemarau

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas I Bandung memprediksi puncak kemarau di Jawa Barat, termasuk Bandung Raya, terjadi pada Agustus. Fungsional Pengamat Meteorologi dan Geofisika Muda BMKG Bandung, Yuni Yulianti, menyebut tahun ini kemarau akan disertai El Nino moderat.

"Untuk tahun 2026 ini memang sudah musim kemarau, dan BMKG memprediksi akan disertai El Nino. Puncak kemarau diprediksi terjadi pada Agustus, termasuk wilayah Bandung Raya," kata Yuni.

Fenomena El Nino, menurut Yuni, merupakan anomali suhu permukaan laut di Pasifik ekuator yang mengurangi pembentukan awan hujan di Indonesia. Akibatnya, curah hujan di Jawa Barat lebih rendah dari normal dan durasi kemarau di beberapa daerah bisa lebih panjang.

710 Kejadian Karhutla Terjadi Tahun Lalu

Catatan BPBD Jabar menunjukkan sedikitnya 710 kejadian karhutla terjadi selama musim kemarau tahun sebelumnya. Wilayah yang menjadi titik rawan antara lain Majalengka, Sumedang, Subang, Sukabumi, Kabupaten Bandung, dan Kuningan.

Hadi menjelaskan, sebagian besar kebakaran terjadi di kawasan hutan produksi yang vegetasinya mudah terbakar saat kemarau panjang. "Rata-rata memang di wilayah dengan tutupan hutan produksi. Hutan alami di Jawa Barat sudah sangat berkurang," katanya.

Belajar dari Kekeringan Ekstrem 2023

BPBD mengacu pada pola kekeringan tahun 2023 yang tercatat cukup ekstrem. Sejumlah daerah seperti Kabupaten Bogor, Kabupaten Bandung, Ciamis, Bekasi, dan Garut masuk dalam kategori wilayah terdampak tertinggi kekurangan air bersih.

"Kalau kita mengacu ke 2023, itu cukup ekstrem. Dan pola yang sama masih berpotensi terjadi jika El Nino kembali menguat," ujar Hadi.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD Jabar telah menyiagakan mobil tangki air bersih dan mesin pompa (alkon) untuk pemadaman karhutla. Koordinasi lintas sektor dengan BPBD kabupaten/kota, perangkat daerah, dan pihak swasta sudah dimulai sejak April untuk memperkuat personel dan peralatan di lapangan.

Bagikan
Sumber: jabar.idntimes.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks