BANDUNG — Kekeringan yang melanda Kabupaten Bandung tahun ini terbilang parah. Tak hanya sawah dan sumur warga yang mulai kritis, aliran anak Sungai Citarum di Kampung Sukarame, Desa Cileunyi Kulon, Kecamatan Rancaekek, juga mengering total. Senin (13/7/2026), anak-anak setempat terpaksa memanfaatkan dasar sungai yang kering sebagai lapangan sepak bola dadakan.
27 Kecamatan Masuk Zona Terdampak
Berdasarkan data yang dihimpun, kekeringan tidak hanya terjadi di kawasan Rancaekek. Dampaknya menyebar ke hampir seluruh wilayah Kabupaten Bandung. Pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat 27 kecamatan masuk dalam zona terdampak. Status siaga darurat pun resmi berlaku sejak 18 Juni 2026 dan akan berlangsung hingga 30 September 2026.
Anak Sungai Citarum Jadi Tanda Krisis Air
Salah satu indikator paling kasatmata dari krisis ini adalah mengeringnya anak Sungai Citarum di Kampung Sukarame. Padahal, di musim normal, aliran sungai ini masih bisa dimanfaatkan warga untuk mandi dan mencuci. Kini, dasar sungai yang retak-retak menjadi pemandangan sehari-hari. Anak-anak setempat justru melihat sisi lain dari kondisi itu: lapangan sepak bola alami yang luas.
Berapa Lama Musim Kemarau Diprediksi Berlangsung?
Pemerintah Kabupaten Bandung memperkirakan puncak musim kemarau masih akan berlangsung dalam beberapa pekan ke depan. Dengan ditetapkannya status siaga darurat hingga akhir September, pemda memiliki kewenangan lebih untuk mengerahkan sumber daya, termasuk distribusi air bersih ke desa-desa yang paling terdampak. BPBD setempat telah menyiagakan truk tangki air dan pompa untuk daerah-daerah kritis.
Warga diharapkan segera melapor ke perangkat desa atau posko terdekat jika mengalami kesulitan air bersih. Pemerintah juga mengimbau agar penggunaan air untuk keperluan non-esensial, seperti menyiram tanaman hias atau mencuci kendaraan, dikurangi selama masa siaga darurat ini.