CIREBON — BMKG resmi mengumumkan potensi banjir pesisir atau rob yang diprediksi menerjang pesisir utara Jawa Barat, termasuk Cirebon, pada pertengahan Juni 2026. Peringatan ini dikeluarkan setelah terdeteksinya fenomena Super New Moon yang akan terjadi pada 15 Juni 2026, bersamaan dengan posisi bulan di titik perigee atau jarak terdekat dengan bumi.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Meteorologi Maritim BMKG Dr Agie Wandala Putra MSc menjelaskan, kondisi astronomi ini membuat gaya gravitasi bulan lebih kuat dari biasanya. “Ketika fase bulan baru terjadi bersamaan dengan posisi bulan yang lebih dekat ke bumi, gaya gravitasi yang ditimbulkan akan lebih kuat sehingga berpotensi menyebabkan pasang air laut lebih tinggi dibandingkan kondisi normal,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin 7 Juni 2026.
Wilayah Pesisir yang Berpotensi Terdampak Rob
Berdasarkan data pemantauan muka air laut dan prediksi pasang surut BMKG, sejumlah kawasan pesisir dari Sumatera hingga Maluku masuk dalam daftar kewaspadaan. Di Pulau Sumatera, potensi rob diperkirakan terjadi pada 11 hingga 23 Juni 2026.
Wilayah yang diwaspadai meliputi pesisir Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Jambi, hingga Kepulauan Bangka Belitung. Secara spesifik, di Aceh, kawasan pesisir Bireuen dan Lhokseumawe diprediksi terdampak pada 11 hingga 18 Juni 2026. Sementara di Sumatera Utara, genangan rob diperkirakan melanda Medan Belawan, Medan Labuhan, dan Medan Marelan pada 12 hingga 18 Juni 2026.
Dampak bagi Aktivitas Warga Pesisir
BMKG mengingatkan bahwa genangan rob dapat mengganggu aktivitas masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan pantai, pelabuhan, tambak, hingga permukiman pesisir. Peningkatan ketinggian pasang maksimum ini berpotensi menyebabkan banjir di daerah rendah pesisir.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan selama periode pasang maksimum tersebut. Aktivitas bongkar muat di pelabuhan, tambak ikan, dan permukiman warga di pesisir dinilai paling rentan terdampak jika genangan terjadi.