PANGANDARAN — Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bagolo yang berlokasi di Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, tutup total sejak Senin pekan lalu. Tidak ada aktivitas memasak, tidak ada petugas, dan dua mobil operasional berlabel “Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi” terparkir kosong di garasi. Bangunan bercat putih-biru dengan tulisan “SPPG Bagolo Kalipucang” di bagian depan tampak tertutup rapat.
Kepala SPPG Bagolo, Muhammad Alif Alhaedar, membenarkan penghentian sementara ini. Menurutnya, penyebabnya adalah keterlambatan pencairan dana dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Dinamika Administrasi Pusat Diduga Jadi Penyebab
Alif menduga keterlambatan pencairan berkaitan dengan proses administrasi di tingkat pusat. "Karena mungkin lagi pergantian atau lagi pemeriksaan keuangannya dari atas (pusat)," ujarnya saat dihubungi, Selasa (9/6/2026).
Meski begitu, ia optimistis operasional dapur bisa kembali normal dalam pekan ini. Alif menyebut beberapa SPPG lain yang mengalami nasib serupa sudah mulai menerima pencairan anggaran dari BGN. "Insyaallah minggu ini bisa beroperasi. Karena yang lain ada beberapa dapur yang sudah pencairan," katanya.
2.192 Penerima Manfaat Tak Kebagian Makanan Bergizi Gratis
Penutupan dapur ini berdampak langsung pada ribuan warga. Total ada 2.192 penerima manfaat yang selama ini bergantung pada layanan SPPG Bagolo. Rinciannya, 464 orang masuk dalam kategori B3, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Sisanya, sebanyak 1.728 orang, merupakan siswa yang terdata di Dapodik.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Badan Gizi Nasional terkait jadwal pasti pencairan anggaran untuk SPPG Bagolo Kalipucang. Warga dan penerima manfaat pun masih menunggu kepastian kapan dapur kembali berasap.