GARUT — Seorang warga Garut menciptakan solusi teknologi untuk mengatasi kebingungan orang tua dalam memetakan sekolah bagi calon siswa. Budi Hermawan (45), warga Desa Cibunar, Kecamatan Cibatu, mengembangkan aplikasi berbasis WhatsApp yang diklaim mampu memberikan rekomendasi sekolah secara otomatis menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI).
Bagaimana Cara Kerja Aplikasi Pemetaan Sekolah Ini?
Budi merancang aplikasi tersebut sesederhana mungkin agar bisa digunakan oleh berbagai kalangan. Calon pengguna cukup mengetik kata "daftar" pada nomor layanan WhatsApp 088211778831. Sistem kemudian akan memberikan balasan otomatis dan memandu pengguna memasukkan data yang diperlukan.
Berdasarkan data yang dimasukkan, sistem AI akan merekomendasikan sekolah yang sesuai dengan jalur pendaftaran yang dipilih. Untuk jalur zonasi misalnya, aplikasi akan menampilkan sekolah terdekat dari lokasi calon siswa. Apabila sekolah tujuan berada di luar jangkauan zonasi, sistem akan memberikan alternatif berdasarkan jalur afirmasi atau prestasi.
"Aplikasi itu tidak pakai aplikasi tambahan karena semuanya lewat WhatsApp. Saya buat sekitar dua jam dan langsung bisa digunakan. Untuk satu provinsi cukup satu nomor saja untuk pemetaan calon murid baru," kata Budi, Sabtu (13/6/2026).
Informasi Kuota Sekolah Bisa Diakses Langsung
Selain rekomendasi sekolah, aplikasi ini juga menyediakan informasi mengenai kuota penerimaan di masing-masing sekolah. Dengan begitu, orang tua dan calon siswa bisa mengetahui peluang diterima sebelum memutuskan mendaftar. Jika kuota di sekolah tujuan sudah penuh, sistem akan menyarankan alternatif sekolah lain yang masih memiliki daya tampung.
Budi menekankan bahwa inovasi ini bukan sekadar proyek komersial. Ia ingin aplikasi yang dibuatnya bisa memberikan manfaat bagi masyarakat maupun pemerintah. Sebelumnya, ia juga mengembangkan aplikasi Asisten Desa (Asdes) untuk mendukung layanan pemerintahan. Aplikasi tersebut sempat ditawarkan secara cuma-cuma kepada Pemerintah Kabupaten Garut, namun saat itu pemda memilih tidak menggunakannya karena sudah memiliki sistem sendiri.
Kontribusi Gratis untuk Masyarakat Garut
"Ini kontribusi kami untuk masyarakat dan pemerintah. Semua dibuat gratis. Tidak perlu mengunduh aplikasi, cukup melalui WhatsApp. Walaupun pernah ditolak pemerintah, saya tetap percaya suatu saat aplikasi yang saya buat bisa bermanfaat untuk masyarakat," ujar Budi.
Ketertarikan Budi terhadap teknologi AI sudah berlangsung sekitar dua tahun terakhir. Ia berharap aplikasi pemetaan calon murid baru ini bisa menjadi sarana konsultasi awal bagi orang tua dan siswa sebelum mengikuti tahapan pendaftaran resmi. "Jadi masyarakat lewat WhatsApp bisa membuka komunikasi. Misalnya ingin mengetahui kemungkinan terbesar bisa masuk ke sekolah mana. Tidak perlu konsultasi ke banyak tempat, cukup melalui nomor tersebut," pungkasnya.