CIAMIS — Data BPS yang dirilis pekan lalu menunjukkan komposisi pengeluaran warga terbagi dalam tiga kelompok. Sebanyak 40 persen masyarakat terbawah hanya membelanjakan rata-rata Rp700 ribu per bulan. Kelompok menengah yang juga 40 persen mengeluarkan Rp1,1 juta per bulan, sementara 20 persen teratas membelanjakan Rp2,9 juta per bulan.
80 Persen Warga di Bawah Rp1,1 Juta per Bulan
Endin menilai angka-angka itu menandakan kesejahteraan umum masih jauh dari tujuan berdirinya negara. Ia menyoroti bahwa masyarakat di kelompok terbawah dan menengah—yang jumlahnya mencapai 80 persen—hanya memiliki pengeluaran antara Rp700 ribu hingga Rp1,1 juta per bulan.
“Pemda wajib bekerja ekstra keras dan mengerahkan segala kemampuan untuk mengangkat kesejahteraan rakyat,” kata Endin, Minggu (14/6/2026). Ia juga mengingatkan bupati agar tidak kehilangan orientasi dan tetap fokus pada visi-misi sebagai amanah rakyat.
Belanja Rokok Rp113 Ribu Kalahkan Pangan Pokok
Data BPS mengungkap fakta ironis lain: pengeluaran untuk rokok dan tembakau rata-rata Rp113 ribu per bulan. Jumlah itu lebih besar dari belanja komoditas pangan pokok seperti padi-padian, telur, daging, dan susu yang sebenarnya dibutuhkan untuk asupan gizi tubuh.
“Hal itu supaya kesejahteraan rakyat tidak hanya diukur dari angka pengeluaran, tetapi juga dari kualitas belanja yang berpihak pada kebutuhan dasar kesehatan,” tegas Endin.
Pentahelix Didorong Rumuskan Solusi
Endin menyerukan agar Pemerintah Daerah Ciamis bersama masyarakat dan kalangan perguruan tinggi turut merumuskan langkah penyelesaian. Menurutnya, fenomena ini merupakan masalah serius yang tidak bisa dibiarkan.
Ia menilai data BPS yang dirilis bertepatan dengan hari ulang tahun Kabupaten Ciamis itu seharusnya menjadi pendorong semangat bagi pentahelix, terutama pemerintah daerah, untuk mengerahkan segala kemampuan mengangkat kesejahteraan rakyat.