BANDUNG — Animo masyarakat terhadap program Sekolah Swasta Kerja Sama (SSK) ternyata rendah. Padahal, program ini digadang sebagai jaring pengaman bagi siswa yang gagal masuk sekolah negeri. Ketua Umum Forum Kepala Sekolah Swasta (FKSS) Jawa Barat, Ade D. Hendriana, mengungkapkan data sementara hingga cut off 4 Juli 2026 menunjukkan jumlah pendaftar SSK baru mencapai 18.796 calon murid baru (CMB).
Angka itu terdiri dari 3.304 CMB sebagai pilihan kedua dan 15.492 CMB sebagai pilihan ketiga. Namun, setelah pengumuman Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahap dua, banyak calon murid mencabut berkas karena diterima di sekolah negeri pilihan utama.
Pendaftar Anjlok Drastis Usai Pengumuman SPMB Tahap Dua
Fenomena itu membuat jumlah pendaftar SSK yang bertahan menyusut drastis. Ade menyebut, dari total pendaftar awal, hanya 7.071 CMB yang tetap memilih melanjutkan ke sekolah swasta melalui program kerja sama tersebut.
"Dengan demikian, berdasarkan data sementara, dari 68.855 CMB yang tidak terpetakan di PCMB, sebanyak 13.912 CMB memilih melanjutkan pendidikan ke sekolah swasta," kata Ade di Bandung, Senin (13/7/2026).
Angka 13.912 itu merupakan akumulasi dari 6.841 CMB yang sudah mendaftar ke sekolah swasta sebelum program SSK diberlakukan, ditambah 7.071 pendaftar melalui program SSK.
Pendaftaran SSK Masih Dibuka Hingga Akhir Juli 2026
Meski peminat minim, FKSS Jawa Barat memastikan pendaftaran SSK tetap berjalan. Ade menjelaskan, sekolah-sekolah swasta yang kuotanya belum terpenuhi masih membuka pendaftaran hingga 30 Juli 2026. Batas akhir penetapan calon murid baru SSK sendiri jatuh pada 31 Juli 2026.
"Pendaftaran peserta didik melalui jalur Reguler masih akan berlangsung hingga sebelum cut off Dapodik pada 31 Agustus 2026," tuturnya.
FKSS juga menegaskan bahwa Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tetap berlangsung sesuai jadwal, yakni pada 15–17 Juli 2026.
Insentif Rp 1,5 Juta per Siswa Sudah Disiapkan Pemprov
Program SSK merupakan inisiatif Pemprov Jawa Barat untuk menampung para murid yang tidak lolos seleksi di sekolah negeri. Sebanyak 1.015 sekolah swasta telah menyatakan kesediaan menjadi mitra program ini.
Para siswa yang masuk SSK akan mendapatkan Dana Sumbangan Pendidikan (DSP) berupa bantuan uang pangkal Rp 1,5 juta per siswa serta biaya pendidikan bulanan Rp 100 ribu per bulan atau Rp 1,2 juta per tahun. Gubernur Dedi Mulyadi memastikan anggaran tersebut sudah tersedia.
"Anggarannya sudah ada, tinggal dilakukan pergeseran alokasi dari Dinas Pendidikan. Misalnya, anggaran untuk pembangunan sekolah yang belum memiliki sertifikat tanah akan ditunda agar tidak rawan gugatan, dan dananya dialihkan untuk beasiswa ini," ujar Dedi di Gedung Pakuan, Senin (22/6/2026).
Rendahnya minat ini menjadi pekerjaan rumah bagi Pemprov Jabar. Pemerintah daerah harus mengevaluasi efektivitas program sekaligus strategi sosialisasi agar solusi bagi siswa tak tertampung ini tidak kembali sepi peminat.