SUKABUMI — Puluhan anggota KODRAT Kabupaten Sukabumi dari berbagai tingkatan mengikuti UKT yang digelar di Gedung Negara Pendopo Sukabumi, Minggu (19/7/26). Ujian ini menjadi salah satu tahapan penting dalam pembinaan atlet bela diri di Kota Santri.
Ujian Fisik dan Mental untuk Naik Tingkat
Para peserta yang berasal dari tingkat Kurata 1, Kurata 2, hingga Kurata 3 harus melewati serangkaian pengujian. Materi yang diuji meliputi teknik, fisik, mental, dan kedisiplinan sebelum dinyatakan layak naik ke tingkat berikutnya.
Ketua Harian KODRAT Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, mengatakan UKT merupakan agenda rutin untuk menjaga kualitas atlet sekaligus memastikan regenerasi berjalan berkelanjutan.
"Hari ini merupakan tahapan pembinaan seperti biasa melalui ujian kenaikan tingkat. Seluruh anggota mengikuti ujian bersama. Momen ini terasa istimewa karena bertepatan dengan Dirgahayu Tarung Derajat ke-54 dan Milad Sang Guru ke-74, sehingga kami rangkai menjadi satu kegiatan," ujarnya.
Kenaikan Tingkat Bukan Sekadar Simbol
Menurut Sendi, kenaikan tingkat bukan hanya pencapaian pribadi. Proses tersebut menjadi tolok ukur perkembangan kemampuan teknik, karakter, mental bertanding, serta kedisiplinan yang menjadi identitas utama olahraga Tarung Derajat.
"Melalui pembinaan yang dilakukan secara bertahap, setiap atlet didorong untuk terus meningkatkan kemampuan agar mampu bersaing di level yang lebih tinggi. Kemampuan atlet akan terus dievaluasi melalui berbagai tahapan pembinaan," jelas Kepala Disperkim Kabupaten Sukabumi itu.
Atlet Mulai Diproyeksikan untuk Porda Jabar
Selain pembinaan internal, KODRAT Kabupaten Sukabumi kini mulai memfokuskan persiapan menghadapi sejumlah agenda kompetisi. Beberapa atlet telah diproyeksikan mengikuti program latihan intensif serta uji tanding untuk meningkatkan pengalaman bertanding sebelum tampil pada kejuaraan resmi.
"Kami tidak hanya mempersiapkan atlet untuk Porda Jawa Barat, tetapi juga untuk berbagai kompetisi dan uji tanding sebagai bagian dari peningkatan kemampuan mereka. Pembinaan berkelanjutan menjadi kunci lahirnya atlet-atlet berprestasi," kata Sendi.