SUKABUMI — Kerja keras dan disiplin berlatih sejak dini membawa dua kakak beradik asal Kota Sukabumi, Adskhan Ibrari Autsar dan Adskhira Kiandra Autsar, menorehkan prestasi di tingkat nasional. Keduanya dinobatkan sebagai penerima Anugerah Anak Indonesia Awards 2026, sebuah penghargaan yang diberikan Yayasan Kreasi Cipta Muda Berkarya (KCMB) kepada anak-anak berprestasi dari berbagai daerah di Indonesia.
Penghargaan ini diterima pada 19 Juli 2026. Proses seleksi dilakukan berdasarkan rekam jejak prestasi yang dipublikasikan di media sosial, kemudian peserta diundang mengirimkan curriculum vitae (CV) untuk diseleksi lebih lanjut. Program ini mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan RI, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), DPR RI, dan DPD RI.
Adskhan: Atlet Cilik yang Bercita-cita ke Olimpiade
Adskhan Ibrari Autsar, siswa kelas II SDN Dewi Sartika CBM, dikenal sebagai atlet cilik yang menonjol di cabang olahraga atletik, sepak bola, dan sepatu roda. Beberapa prestasi telah ia kumpulkan, di antaranya medali pada ajang International Open Sepatu Roda Verka Cup 2025, juara kompetisi sepak bola usia dini, serta juara atletik pada Sirkuit Athletic Championship Kabupaten Tangerang 2026.
Tak hanya itu, Adskhan juga pernah dipercaya menjadi pembawa vandel dalam pertandingan Tim Nasional Indonesia melawan Lebanon. Bagi Adskhan, olahraga bukan sekadar hobi. Ia memiliki cita-cita besar menjadi atlet profesional hingga tampil di Olimpiade dan mengharumkan nama Indonesia.
Adskhira: Juara Modelling yang Ingin Jadi Dokter
Sang adik, Adskhira Kiandra Autsar, siswa kelas I SDN Dewi Sartika CBM, menunjukkan bakat luar biasa di dunia seni dan modelling. Berbagai gelar berhasil diraihnya, di antaranya Winner Miss Kids Indonesia 2026, Icon Miss Kids Jawa Barat 2026, Winner Miss Hijab Nusantara 2026, serta menjadi Grand Finalis Mini Miss Icon Model International 2026.
Dalam waktu dekat, Adskhira dijadwalkan mewakili Indonesia pada ajang Mini Miss Model International 2026 di Malaysia. Meski aktif di dunia modelling, Adskhira tetap memiliki cita-cita mulia menjadi seorang dokter agar dapat membantu banyak orang di masa depan.
Orang Tua: Kami Hanya Mengamati dan Memfasilitasi
Sang ayah, Willy Suteja, mengungkapkan bahwa bakat kedua anaknya mulai terlihat sejak usia dini melalui ketertarikan alami terhadap aktivitas yang mereka sukai. Sebagai orang tua, ia dan istrinya memilih menjadi pengamat sekaligus pendamping yang terus memberikan ruang bagi anak-anak untuk berkembang sesuai minatnya.
“Potensi mereka terlihat dari kebiasaan dan rasa ingin tahu yang tinggi terhadap bidang yang disukai. Kami hanya berusaha mengamati, lalu memfasilitasi agar bakat tersebut bisa berkembang dengan baik,” ujarnya.
Menurut Willy, pola pengasuhan yang diterapkan keluarga lebih menitikberatkan pada dukungan, konsistensi, dan pembentukan karakter. Anak-anak didorong untuk tetap disiplin berlatih dalam kondisi apa pun, baik saat cuaca panas maupun hujan, tanpa mengabaikan pendidikan formal sebagai prioritas utama.
“Tantangan terbesar justru menjaga konsistensi dan motivasi anak. Ada kalanya mereka merasa jenuh atau kecewa saat menghadapi kegagalan. Sebagai orang tua, kami harus hadir memberi semangat tanpa memberikan tekanan yang berlebihan,” katanya.
Ia menambahkan, keseimbangan antara sekolah, latihan, waktu bermain, hingga istirahat menjadi kunci agar perkembangan akademik, mental, dan fisik anak tetap terjaga. Karena itu, keluarga selalu menyusun jadwal yang terstruktur sehingga anak tetap dapat belajar, berlatih, bersosialisasi, dan beristirahat secara seimbang.
Bagi keluarga, penghargaan tersebut bukan sekadar simbol keberhasilan, melainkan pengakuan atas proses panjang yang dijalani kedua anaknya.
“Penghargaan ini bukan hanya tentang piala, tetapi menjadi bukti bahwa kerja keras, dedikasi, dan pengorbanan anak-anak mendapat apresiasi. Kami berharap penghargaan ini menjadi penyemangat agar mereka terus berkarya, rendah hati, dan dapat menginspirasi anak-anak Indonesia lainnya untuk berani mengejar cita-cita sesuai minat dan bakatnya,” pungkas Willy.