TASIKMALAYA — Puluhan mahasiswa Program Studi Keperawatan dan Kebidanan itu tidak sekadar menjalankan agenda pengabdian rutin. Mereka menerapkan hasil riset dosen langsung ke tengah masyarakat, sebuah langkah hilirisasi yang kerap hanya berhenti di tataran akademik.
Koordinator KKN UBK PSDKU Tasikmalaya, Bdn Eneng Daryanti MKes PhD, menyebut kegiatan ini merupakan wujud nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi. Fokus utamanya membangun kemandirian warga dalam menjaga kesehatan.
"Melalui kegiatan ini, mahasiswa melakukan pembinaan kesehatan kepada masyarakat agar tercipta masyarakat yang mandiri serta memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya menjaga kesehatan," ujarnya, Sabtu (1/8/2026).
Dua Inovasi Riset yang Dibawa ke Lapangan
Inovasi pertama memanfaatkan bunga telang sebagai terapi pendamping hipertensi. Tanaman yang mudah ditemui di pekarangan rumah ini diolah menjadi minuman herbal untuk membantu menurunkan tekanan darah warga.
Kedua, daun sirih disulap menjadi bahan baku semprotan antinyamuk alami. Inovasi ini dinilai relevan karena menawarkan alternatif pengganti obat nyamuk kimia yang lebih ramah lingkungan dan ekonomis.
"Agar hasil penelitian tidak hanya berhenti pada tingkat akademik, tetapi juga dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat," kata Eneng.
Bukan Sekadar Penyuluhan, Ada Pemeriksaan Kesehatan
Selama dua pekan, mahasiswa tidak hanya berceramah. Mereka turun melakukan pemeriksaan kesehatan warga dan mendukung Puskesmas Sukalaksana dalam Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) untuk pasien hipertensi dan diabetes.
Program ini menyasar wilayah binaan puskesmas yang mencakup Kelurahan Sukarindik. Kegiatan tersebut juga dirancang untuk mendukung target Sustainable Development Goals (SDGs) bidang kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
Dosen Juga Turun ke Lapangan
Para dosen UBK turut menjalankan program pengabdian paralel. Lina Marlina SST MKeb memimpin Gerakan Tanggap Sehat melalui edukasi imunisasi bayi dan balita. Sementara itu, Eneng Daryanti memimpin edukasi bagi ibu hamil mengenai Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) pascasalin.
Sebelum KKN dimulai, UBK PSDKU Tasikmalaya lebih dulu melaksanakan Praktik Profesi Keperawatan Keluarga dan Komunitas (PPKKK) pada 16 Juni hingga 17 Juli 2026 di RW 6 dan RW 9 Kelurahan Sukarindik.
Praktik profesi itu diikuti 93 mahasiswa Pendidikan Profesi Ners. Sebanyak 59 mahasiswa ditempatkan di Sukarindik, sementara sisanya menjalankan praktik di wilayah kerja Kabupaten Garut.