JAWA BARAT — Pekan ini menjadi salah satu periode terpadat bagi Apple dalam hal pengumuman produk. Selain memastikan tanggal gelaran tahunan iPhone, perusahaan asal Cupertino itu juga memperbarui dua lini komputer desktop sekaligus: Mac mini dan Mac Studio. Keduanya menyasar segmen kreator profesional dan pengguna harian berkinerja tinggi.
Event "Surprise and Shine": Fokus ke Pro dan Lipat
Apple mengonfirmasi acara bertajuk "Surprise and Shine" digelar pada Rabu, 9 September 2026, pukul 10.00 waktu Pasifik. Sejumlah media undangan akan hadir langsung di Apple Park.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Apple dikabarkan tidak merilis iPhone 18 standar pada acara ini. Fokus utama adalah iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max, serta ponsel lipat pertama yang kemungkinan besar dinamai iPhone Ultra. Untuk lini reguler yang lebih terjangkau, Apple menunggu hingga musim semi 2027.
Mac Mini dengan Chip M6: Lompatan Kinerja AI
Apple memperkenalkan Mac mini generasi baru yang dapat dikonfigurasi dengan chip M6 atau M5 Pro. Chip M6 menjadi sorotan utama karena membawa arsitektur baru dengan CPU 12-core dan GPU 12-core, naik dari 10-core pada M5.
Ini adalah chip pertama Apple yang mengusung dual Neural Engine dengan dua mesin 16-core. Kombinasi ini membuat Mac mini M6 diklaim mampu memberikan peningkatan performa CPU hingga 40 persen. Untuk tugas AI, performanya disebut 4 kali lipat lebih cepat dibanding pendahulunya yang memakai M4 10-core, RAM 32GB, dan penyimpanan 2TB.
Apple juga menyebut bandwidth memori pada M6 mencapai 170GB/s, naik dari 153GB/s di M5. Kecepatan penyimpanan yang diklaim 2 kali lebih cepat ini akan terasa signifikan bagi pengguna yang sering bekerja dengan file besar atau aplikasi kreatif.
Mac Studio M5 Ultra: Chip Terkuat yang Pernah Dibuat Apple
Bersamaan dengan Mac mini, Apple memperbarui lini Mac Studio dengan dua opsi chip: M5 Max dan M5 Ultra. Untuk M5 Ultra, Apple menyebutnya sebagai chip paling bertenaga yang pernah mereka produksi.
Chip ini memiliki CPU hingga 36-core yang terdiri dari 12 super core dan 24 performance core. Secara performa, M5 Ultra diklaim 1,25 kali lebih cepat untuk tugas single-threaded dan 1,3 kali lebih cepat untuk tugas multithreaded dibanding M3 Ultra pada Mac Studio generasi sebelumnya.
Mac Studio terbaru juga menjadi yang pertama menggunakan arsitektur SSD berbasis PCIe Gen 6, yang menurut Apple dua kali lebih cepat dari generasi sebelumnya. Port Thunderbolt 5 kini mendukung bandwidth hingga 120Gb/s. Perangkat ini juga sudah dilengkapi Wi-Fi 7 dan Bluetooth 6 melalui chip N1 besutan Apple. Untuk kebutuhan produksi video profesional, Mac Studio baru mendukung genlock melalui USB-C dan mampu menjalankan hingga delapan layar sekaligus.
Aksesori Ikonik: Polishing Cloth Lebih Murah dan Magic Keyboard Baru
Apple juga menyegarkan salah satu produk yang sempat viral, yaitu Polishing Cloth. Kain pembersih layar ini kini dijual dengan harga USD 9 (sekitar Rp 148.000), atau setengah dari harga versi sebelumnya. Apple mengklaim bahan kain ini sedikit lebih lembut dan tipis dari edisi lama.
Untuk pasar Amerika Serikat, Apple memperbarui tata letak Magic Keyboard dengan mengganti label teks pada tombol seperti tab, caps lock, shift, dan return menjadi simbol grafis (glyph). Perubahan ini hanya berlaku untuk versi keyboard berbahasa Inggris AS.
Kesan Awal iPhone Ultra: Engsel Solid, Kamera Jadi Catatan
Menjelang peluncuran resminya, Bloomberg melaporkan bahwa ponsel lipat Apple yang disebut iPhone Ultra telah diuji coba secara internal. Jurnalis Mark Gurman dalam buletin "Power On" mengungkapkan para penguji awal memberikan respons positif terhadap faktor bentuk perangkat yang nyaman di saku, serta kualitas engsel yang kokoh dan tahan lama.
Mereka juga memuji tata letak aplikasi bergaya iPad yang memanfaatkan layar internal besar saat perangkat dibuka. Namun, ada satu catatan penting: iPhone Ultra dikabarkan tidak memiliki lensa telefoto. Ketiadaan kamera zoom optik ini dinilai bisa menjadi faktor penghambat penjualan, terutama mengingat harga perangkat yang diprediksi akan sangat tinggi.
Harga Apple TV Naik Lagi, Berlaku Hari Ini
Di luar perangkat keras, Apple kembali menaikkan harga layanan streaming Apple TV di Amerika Serikat. Ini adalah kenaikan keempat sejak layanan tersebut diluncurkan. Kenaikan berlaku mulai hari ini, dengan harga bulanan naik dari USD 12,99 menjadi USD 14,99, dan langganan tahunan naik dari USD 99 menjadi USD 119.
Kenaikan ini juga berdampak pada paket bundling Apple One Individual yang kini dibanderol USD 21,95 per bulan. Selain AS, Apple juga menaikkan harga Apple TV di Brasil, Cile, dan Meksiko. Untuk pasar Indonesia, belum ada informasi resmi mengenai penyesuaian harga pada layanan streaming ini.
Bagi pengguna yang mengutamakan produktivitas dan alur kerja AI, Mac mini M6 menawarkan nilai yang menarik di kelasnya. Sementara itu, Mac Studio M5 Ultra jelas ditujukan untuk profesional video dan developer yang membutuhkan daya komputasi ekstrem. Untuk para penggemar iPhone, acara 9 September nanti akan menjadi momen penentu apakah desain lipat pertama Apple mampu memenuhi ekspektasi pasar yang sudah menunggu bertahun-tahun.