Pencarian

Polisi: Massa Berbaju Hitam Dalangi Kericuhan May Day 2026 di Bandung

Jumat, 01 Mei 2026 • 03:50:07 WIB
Polisi: Massa Berbaju Hitam Dalangi Kericuhan May Day 2026 di Bandung
Polisi mengidentifikasi sekitar 150 orang berbaju hitam sebagai dalang kericuhan May Day 2026 di Bandung.

Kapolda Jawa Barat Irjen Rudi Setiawan memastikan kericuhan saat May Day 2026 di Jalan Tamansari Bandung bukan dilakukan oleh kelompok buruh. Insiden yang melibatkan sekitar 150 orang tak dikenal tersebut terjadi saat tidak ada aksi demonstrasi buruh di seluruh wilayah Jawa Barat pada Jumat (1/5).

BANDUNG — Kapolda Jawa Barat Irjen Rudi Setiawan menegaskan bahwa kericuhan yang pecah di kawasan Jalan Tamansari, Kota Bandung, pada peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 bukan berasal dari elemen buruh. Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa sepanjang hari tersebut, tidak ada pergerakan massa buruh yang melakukan aksi demonstrasi di wilayah Jawa Barat.

Pernyataan ini dikeluarkan menyusul terjadinya gesekan di pusat Kota Bandung yang sempat mengganggu ketertiban umum. Rudi menyebutkan bahwa aspirasi pada 1 Mei 2026 justru hanya datang dari kelompok mahasiswa yang terpusat di dua titik, yakni kawasan Jatinagor, Sumedang, serta di lingkungan kantor DPRD Jawa Barat.

Polisi Identifikasi 150 Orang Berpakaian Hitam di Bandung

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, massa yang memicu kericuhan di Jalan Tamansari memiliki ciri-ciri khusus yang berbeda dari kelompok buruh pada umumnya. Kelompok ini muncul menjelang malam hari dengan atribut yang seragam dan cenderung tertutup untuk menyembunyikan identitas mereka dari petugas.

"Ternyata pada sore hari menjelang malam terlihat 150-an massa tidak dikenal, dengan tadi itu ciri-ciri berpakaian hitam, menutup muka, tentunya menutup muka ini berusaha untuk menghindar supaya tidak diketahui identitas yang kemudian membawa bahan bakar," kata Rudi dilansir Sabtu (2/5/2026).

Kehadiran massa tak dikenal ini langsung menjadi perhatian serius kepolisian karena mereka tidak terdaftar sebagai kelompok yang memberikan pemberitahuan aksi. Polisi menduga kelompok ini sengaja menyusup untuk memanfaatkan momentum May Day guna menciptakan situasi yang tidak kondusif di ibu kota Jawa Barat.

Temuan Bom Molotov dan Kerusakan Fasilitas Publik

Penyelidikan awal menunjukkan bahwa kelompok berpakaian hitam tersebut telah mempersiapkan aksi mereka dengan matang. Petugas di lapangan menemukan berbagai barang bukti yang mengarah pada tindakan anarkis, termasuk botol-botol berisi bahan bakar cair yang telah dimodifikasi menjadi senjata pembakar.

"Tadi kami melihat melakukan penyiraman dan sebagainya, membawa botol yang sudah diisi juga minyak atau bahan bakar dengan sumbunya atau dengan kata lain itu molotov. Kemudian benda-benda keras lainnya, karena tadi melakukan pengrusakan traffic light, lampu lalu lintas, dan tempat-tempat sarana-sarana lainnya, itu dilakukan oleh mereka," ungkap Rudi.

Kerusakan fasilitas umum di kawasan Tamansari mencakup lampu lalu lintas dan beberapa sarana publik lainnya. Massa menggunakan benda keras untuk merusak infrastruktur jalan, yang memicu tindakan tegas dari aparat keamanan guna membubarkan kerumunan dan mencegah kerusakan lebih luas.

Pantauan Aksi Mahasiswa di Jatinagor dan Gedung DPRD

Situasi di titik lain di Jawa Barat justru terpantau relatif terkendali. Di Jatinagor, Kabupaten Sumedang, sejumlah mahasiswa melakukan orasi secara tertib untuk menyampaikan aspirasi mereka. Hal serupa terjadi di depan Gedung DPRD Jawa Barat, di mana penyampaian pendapat berlangsung tanpa insiden kekerasan.

Kapolda Jabar kembali menegaskan bahwa buruh di Jawa Barat memilih untuk tidak turun ke jalan pada peringatan tahun ini. Oleh karena itu, keterlibatan massa berbaju hitam di Tamansari dipastikan sebagai elemen luar yang tidak merepresentasikan kepentingan pekerja maupun buruh yang ada di wilayah tersebut.

Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk mengungkap identitas dan motif di balik pergerakan kelompok tersebut. Pengamanan di sejumlah titik vital di Kota Bandung juga tetap disiagakan guna mengantisipasi adanya aksi susulan atau potensi gangguan keamanan lainnya pasca-insiden di Jalan Tamansari.

Bagikan
Sumber: news.detik.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks