Pencarian

Rupiah Melemah ke 17.543 per Dolar AS, Tertekan oleh Ketidakpastian Global dan Kenaikan Kebutuhan Dolar

Rabu, 13 Mei 2026 • 11:00:12 WIB
Rupiah Melemah ke 17.543 per Dolar AS, Tertekan oleh Ketidakpastian Global dan Kenaikan Kebutuhan Dolar
Rupiah melemah ke posisi 17.543 per dolar AS pada perdagangan pagi ini.

JAWA BARATRupiah mengalami penurunan yang signifikan pada perdagangan pagi ini, melemah 0,08% dari posisi sebelumnya. Berdasarkan data Bloomberg, kurs rupiah dibuka menguat di level 17.515 per dolar AS, namun kemudian terus tergerus hingga menyentuh level 17.543 per dolar AS pada pukul 09.52 WIB. Ketidakpastian yang melanda pasar global, terutama terkait dengan situasi di Timur Tengah yang mempengaruhi harga minyak, menjadi salah satu penyebab utama di balik penurunan ini.

Perbandingan dengan Mata Uang Asia Lainnya

Selain rupiah, mayoritas mata uang Asia juga mengalami pelemahan. Beberapa di antaranya mencakup:

  • Rupee India: melemah 0,34%
  • Won Korea Selatan: melemah 0,29%
  • Peso Filipina: melemah 0,03%
  • Yen Jepang: melemah 0,04%
  • Dolar Singapura: melemah 0,01%

Namun, terdapat beberapa mata uang yang justru menguat, seperti baht Thailand yang naik 0,17%, ringgit Malaysia sebesar 0,12%, dan yuan Cina 0,06%.

Faktor Penyebab Pelemahan Rupiah

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, menjelaskan bahwa tekanan terhadap rupiah saat ini meningkat karena situasi global yang tidak menentu. "Kenaikan harga minyak dan ketidakpastian di pasar global menjadi faktor pendorong utama," ujarnya. Selain itu, ada juga faktor domestik yang berkontribusi, yakni meningkatnya kebutuhan dolar AS secara musiman untuk pembayaran utang luar negeri, dividen, dan kebutuhan pembayaran ibadah haji.

Respons Bank Indonesia Terhadap Tekanan Kurs

Destry menegaskan bahwa BI akan terus berkomitmen untuk melakukan intervensi di pasar guna mengurangi tekanan terhadap rupiah. "Kami akan melakukan smart intervention baik di pasar spot, DNDF maupun NDF, dan mengoptimalkan semua instrumen operasi moneter," tambahnya.

Outlook dan Ketersediaan Likuiditas

Meski ada tekanan, Destry juga mencatat bahwa kepercayaan investor asing terhadap aset portofolio Indonesia mulai membaik. Hal ini terlihat dari aliran modal asing yang masuk ke pasar Surat Berharga Negara (SBN) dan SRBI selama bulan April yang mencapai Rp 61,6 triliun. Ketersediaan likuiditas valas di pasar domestik juga cukup tinggi, dengan pertumbuhan dana pihak ketiga valas yang meningkat 10,9% secara tahunan pada akhir Maret.

Apa yang Terjadi Selanjutnya?

Destry memperkirakan bahwa tekanan yang bersifat musiman ini akan mereda, sehingga nilai tukar rupiah diharapkan dapat kembali ke level fundamentalnya. Namun, pelaku pasar diharapkan tetap waspada terhadap kondisi global dan domestik yang dapat mempengaruhi pergerakan nilai tukar ke depan.

Bagikan
Sumber: katadata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks