Pencarian

Tren 8GB RAM di Laptop Windows 11 Kembali Naik, Pengguna Indonesia Perlu Waspada soal Masa Pakai

Jumat, 05 Juni 2026 • 21:07:01 WIB
Tren 8GB RAM di Laptop Windows 11 Kembali Naik, Pengguna Indonesia Perlu Waspada soal Masa Pakai
Laptop dengan RAM 8GB kembali populer di segmen mid-range Windows 11 pasca Computex 2026.

JAWA BARAT — Pameran Computex 2026 menjadi saksi kembalinya gelombang laptop dengan RAM 8GB. Alih-alih menjadi produk kelas entry-level, perangkat seperti Dell XPS 13 dan Acer Swift Air 14 kini hadir dengan konfigurasi tersebut di segmen mid-range. Tom's Hardware melaporkan tren ini sudah mulai terlihat sebelum Computex, dengan Dell XPS 13 varian dasar dibanderol mulai 8GB — meski opsi 16GB tetap tersedia.

Awal Mula: MacBook Neo Jadi Katalis

Fenomena ini tidak lepas dari kesuksesan MacBook Neo yang dirilis dengan RAM 8GB di harga yang agresif. Apple dikabarkan menggandakan produksi MacBook Neo tahun ini dari 5 juta menjadi 10 juta unit. Keberhasilan tersebut membuka mata produsen Windows bahwa segmen pengguna dengan kebutuhan komputasi dasar masih sangat besar.

Produsen kini mengikuti resep serupa: menggabungkan prosesor Intel Wildcat Lake yang efisien dengan RAM 8GB untuk menekan harga jual. Qualcomm pun turut meramaikan segmen ini lewat chip Snapdragon C berbasis ARM yang akan ditenagai RAM 8GB di laptop seperti Acer Aspire Go 15.

Proses: Kenapa 8GB Kembali Menjadi Pilihan?

Keputusan ini murni didorong oleh tekanan biaya. Harga modul RAM dan media penyimpanan (storage) melonjak sejak kuartal pertama 2026. Untuk menjaga harga jual tetap kompetitif, cara paling cepat adalah memangkas kapasitas RAM dari 16GB ke 8GB. Padahal, sebelumnya 16GB sudah dianggap sebagai standar minimum di kelas menengah.

Microsoft sendiri ikut dalam arus ini. Surface Laptop for Business 13-inch yang dirilis bulan lalu hadir dengan RAM 8GB di varian termurah. Keputusan ini cukup mengejutkan karena membuat perangkat tersebut tidak memenuhi syarat sebagai Copilot+ PC — yang mewajibkan RAM minimal 16GB untuk menjalankan fitur AI lokal.

Apa yang Terjadi Selanjutnya? Risiko Masa Depan

Untuk tugas harian seperti browsing, email, menonton video, dan dokumen ringan, laptop 8GB masih sanggup. MacBook Neo membuktikan hal itu dengan performa yang mulus. Namun, masalah muncul saat pengguna ingin memakai perangkat dalam jangka panjang.

Mayoritas laptop modern, termasuk model-model baru ini, menyolder RAM langsung ke motherboard. Artinya, pengguna tidak bisa menambah kapasitas RAM di kemudian hari. Dengan Microsoft yang terus mendorong integrasi AI ke Windows 11, kebutuhan memori diprediksi akan meningkat drastis dalam 2-3 tahun ke depan.

Jika target pemakaian laptop hanya 2-3 tahun untuk tugas dasar, 8GB masih oke. Tapi untuk pemakaian 5 tahun atau lebih, konfigurasi ini berisiko membuat perangkat terasa lambat saat fitur AI dan multitasking berat mulai menjadi standar aplikasi sehari-hari.

Bagi pengguna Indonesia yang terbiasa memakai laptop hingga 4-5 tahun, memilih varian 16GB — meski harus merogoh kocek lebih dalam — adalah keputusan yang lebih bijak. Selisih harga di awal biasanya lebih murah daripada membeli laptop baru lebih cepat dari yang direncanakan.

Bagikan
Sumber: techradar.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks