Pencarian

Presiden Prabowo Tegaskan Kembali Keterbukaan pada Kritik, Pengamat Sebut Jamin Demokrasi Tetap Terjaga

Minggu, 14 Juni 2026 • 21:26:31 WIB
Presiden Prabowo Tegaskan Kembali Keterbukaan pada Kritik, Pengamat Sebut Jamin Demokrasi Tetap Terjaga
Presiden Prabowo Subianto menegaskan keterbukaan terhadap kritik sebagai bagian dari demokrasi Indonesia.

JAWA BARAT — Pengamat komunikasi politik Jamiluddin Ritonga menilai konsistensi pernyataan Presiden Prabowo Subianto soal keterbukaan terhadap kritik menjadi sinyal kuat bagi iklim demokrasi nasional. Menurutnya, hal ini sekaligus meredam kekhawatiran sebagian pihak yang mengaitkan kepemimpinan Prabowo dengan potensi kembalinya praktik otoritarianisme.

“Pengulangan pernyataan itu tentu melegakan. Sebab, hal tersebut sekaligus menepis kekhawatiran Indonesia akan kembali menjadi negara otoriter,” kata Jamiluddin di Jakarta, Minggu (14/6/2026).

Konsistensi di Tengah Tuduhan Antikritik

Jamiluddin menekankan bahwa pernyataan Presiden menunjukkan adanya konsistensi antara ucapan dan sikap politiknya. Hal ini dinilai penting sebagai respons terhadap berbagai penilaian negatif yang beredar di publik.

“Hal itu menunjukkan adanya konsistensi pernyataan Prabowo terkait keterbukaannya terhadap kritik. Hal itu juga menjadi respons terhadap penilaian yang menyebut dirinya antikritik,” ujarnya.

Amanat Konstitusi dan Tantangan di Lingkaran Terdekat

Komitmen Presiden dinilai sejalan dengan amanat konstitusi dan semangat reformasi yang menempatkan demokrasi sebagai fondasi kehidupan berbangsa. Namun, Jamiluddin mengingatkan agar sikap ini juga dipahami oleh para pendukung dan loyalis di lingkungan terdekat kepala negara.

Menurutnya, ruang kritik harus benar-benar terbuka tanpa disertai intimidasi atau tekanan terhadap masyarakat yang menyampaikan pendapat. Jika hal itu masih terjadi, citra Presiden sendiri yang akan dirugikan.

“Kalau hal itu masih terjadi, tentu yang dirugikan adalah nama Presiden. Padahal Presiden sangat terbuka terhadap kritik dan berupaya menjadi sosok demokrat,” tegas Jamiluddin.

Prabowo: Kritik Bagian Penting Demokrasi

Dalam wawancara dengan majalah The Economist, Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia akan tetap menjadi negara demokrasi. Ia menyebut dirinya terpilih melalui pemilu yang bebas dan adil serta berkomitmen menjaga legitimasi demokrasi.

“Indonesia adalah negara demokrasi, dan akan tetap menjadi demokrasi. Saya dipilih oleh lebih dari 90 juta rakyat Indonesia dalam pemilu yang bebas dan adil,” ujar Prabowo.

Presiden juga menegaskan dirinya menyambut kritik dan selalu membiasakan diri untuk menelaah dengan saksama setiap masukan yang ditujukan kepada pemerintah. “Saya menyambut kritik. Saya selalu membiasakan diri untuk menelaah dengan saksama setiap kritik yang ditujukan kepada pemerintah yang saya pimpin dan menimbangnya berdasarkan fakta serta realitas yang dihadapi rakyat,” katanya.

Jamiluddin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga iklim demokrasi sekaligus mengawal komitmen Presiden dalam menjamin kebebasan berpendapat. Menurutnya, tindakan intimidatif terhadap pengkritik justru dapat merusak upaya Presiden menunjukkan komitmen terhadap nilai-nilai demokrasi.

Bagikan
Sumber: akurat.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks