JAWA BARAT — Keputusan kontroversial dikeluarkan oleh pihak MotoGP pada pekan ini. Pembalap Leopard Racing asal Spanyol, Adrian Fernandez, terbukti melanggar regulasi teknis terkait penggunaan mesin pada enam seri pembuka musim 2026. Akibatnya, seluruh poin yang ia kumpulkan pada periode tersebut hangus.
Menurut pengumuman resmi, dua unit mesin yang digunakan Fernandez telah dibuka segelnya tanpa izin dari otoritas balap. Tindakan ini dikategorikan sebagai manipulasi ilegal yang melanggar prosedur durabilitas dan penyegelan mesin yang ketat di kelas Moto3.
77 Poin Lenyap, Posisi Ketiga Berganti Tangan
Sebelum sanksi dijatuhkan, Fernandez duduk manis di peringkat ketiga dengan koleksi 90 poin. Namun, setelah diskualifikasi, ia kehilangan 77 poin dan menyisakan hanya 13 angka. Ia pun terlempar jauh dari persaingan gelar juara.
Keuntungan besar justru diraih oleh Veda Ega Pratama. Pembalap Indonesia yang sebelumnya berada di posisi keempat langsung naik satu tingkat. Kini Veda resmi menempati peringkat ketiga klasemen sementara Moto3, sebuah lonjakan yang mengubah strategi timnya ke depan.
Banding Jadi Opsi, Tim Fernandez Belum Bicara
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Adrian Fernandez secara pribadi. Namun, pihak Leopard Racing dipastikan tidak akan tinggal diam. Mereka diperkirakan akan mengajukan banding terhadap keputusan yang dianggap terlalu berat ini.
Regulasi teknis Moto3 memang dirancang untuk menjaga persaingan tetap ketat dan adil. Standar penyegelan mesin adalah salah satu pilar utama aturan tersebut. Pelanggaran terhadap prosedur ini selalu berujung pada sanksi berat, seperti yang kini dialami Fernandez.
Kenaikan posisi Veda Ega Pratama menjadi angin segar bagi pecinta balap Indonesia. Dengan momentum ini, kansnya untuk bersaing di papan atas klasemen hingga akhir musim semakin terbuka lebar.