GARUT — Produksi petai di Kabupaten Garut tercatat mencapai 21.843,84 kwintal sepanjang tahun 2025, berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada 25 Mei 2026. Angka tersebut menempatkan Garut di peringkat kesembilan dalam daftar 10 besar daerah penghasil petai di Jawa Barat.
Posisi Garut Bersaing Ketat dengan Sukabumi
Selisih produksi antara Garut dan Sukabumi yang berada di posisi ke-10 hanya sekitar 761 kwintal. Sukabumi mencatat produksi sebesar 21.082,15 kwintal pada periode yang sama. Artinya, posisi Garut masih bisa berubah jika produktivitas lahan petai tidak dijaga secara konsisten.
Petai merupakan komoditas yang cukup familiar di kalangan petani Garut. Tanaman ini tidak hanya tumbuh subur di sejumlah wilayah, tetapi juga menjadi sumber penghasilan tambahan bagi sebagian petani setempat. Kawasan agroforestri yang masih berkembang baik di Garut turut mendukung produksi komoditas ini.
Ciamis dan Sumedang Kuasai Puncak Produksi Petai
Di tingkat provinsi, tiga besar produsen petai berasal dari wilayah Priangan Timur. Ciamis memimpin dengan produksi 131.607 kwintal, unggul tipis atas Sumedang yang mencatat 127.909,6 kwintal. Tasikmalaya melengkapi posisi ketiga dengan produksi 118.713,8 kwintal.
Berikut 10 besar daerah penghasil petai terbanyak di Jawa Barat sepanjang 2025:
- Ciamis: 131.607 kwintal
- Sumedang: 127.909,6 kwintal
- Tasikmalaya: 118.713,8 kwintal
- Cianjur: 88.857 kwintal
- Purwakarta: 83.787,9 kwintal
- Majalengka: 55.789,3 kwintal
- Bandung: 49.834 kwintal
- Kuningan: 33.356 kwintal
- Garut: 21.843,84 kwintal
- Sukabumi: 21.082,15 kwintal
Nilai Ekonomi Petai: Segar hingga Olahan Kuliner
Komoditas petai memiliki nilai ekonomi yang cukup menjanjikan karena dapat dipasarkan dalam dua bentuk. Pertama, petai segar yang langsung dijual ke pasar tradisional maupun distributor. Kedua, petai olahan yang dijadikan berbagai produk kuliner khas daerah.
Masuknya Garut ke dalam jajaran 10 besar penghasil petai menunjukkan komoditas ini masih memiliki potensi pengembangan. Dukungan sektor pertanian dan pemanfaatan lahan yang tepat menjadi modal untuk terus meningkatkan produksi petai di masa mendatang.