Pencarian

Gandeng UNIDO, Tsingshan Targetkan Dua Kawasan Industri Nikel di Indonesia Jadi Percontohan Hijau Global

Rabu, 10 Juni 2026 • 19:18:01 WIB
Gandeng UNIDO, Tsingshan Targetkan Dua Kawasan Industri Nikel di Indonesia Jadi Percontohan Hijau Global
Tsingshan dan UNIDO resmi kerja sama untuk pengembangan kawasan industri nikel ramah lingkungan di Indonesia.

JAWA BARAT — Ambisi Tsingshan Holding Group untuk membangun rantai pasok nikel yang ramah lingkungan kini memasuki babak baru. Melalui forum Indonesia Critical Minerals Conference and Expo (ICM) 2026, perusahaan asal China itu resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) untuk menjalankan program Industrial Park Pilots for Sustainable Development of Mineral-Based Industries (IP4SD).

Vice President Tsingshan Holding Group, Scott Ye, menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah kunci transformasi industri mineral global menuju ekonomi rendah karbon. "Kami berkomitmen mendukung transformasi Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) dan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menuju sistem industri yang lebih hijau, efisien, dan bertanggung jawab," ujar Scott dalam konferensi yang digelar Rabu (10/6/2026).

Dua Kawasan Industri Jadi Pilot Project

Program IP4SD menetapkan IWIP di Maluku Utara dan IMIP di Sulawesi Tengah sebagai proyek percontohan penerapan prinsip Eco-Industrial Park. Dalam skema ini, kedua kawasan akan didorong untuk meningkatkan efisiensi sumber daya dan memperbaiki kinerja lingkungan secara berkelanjutan.

Inisiatif ini sejalan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2024 tentang Perwilayahan Industri yang mewajibkan penerapan efisiensi energi, ekonomi sirkular, dan produksi bersih di kawasan industri. Dengan dukungan UNIDO, Tsingshan berharap bisa menjadi tolok ukur industri mineral berkelanjutan di tingkat global.

Gubernur Malut: Jangan Hitung Investasi Saja

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menyambut baik langkah ini. Ia menekankan bahwa hilirisasi industri tidak boleh hanya berorientasi pada angka investasi dan produksi. "Keberhasilan hilirisasi juga harus diukur dari manfaat yang dirasakan masyarakat serta kualitas lingkungan yang tetap terjaga," tegas Sherly.

Menurutnya, IWIP yang berada di wilayahnya telah berperan aktif mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, ia mengingatkan agar pengelolaan lingkungan dan sosial berjalan beriringan dengan ekspansi bisnis. "Kami ingin pertumbuhan ekonomi tidak mengorbankan masa depan lingkungan," tambahnya.

Kolaborasi Tiga Pilar untuk Daya Saing Global

Program IP4SD melibatkan tiga pilar utama: pemerintah Indonesia, pelaku industri seperti Tsingshan, dan organisasi internasional UNIDO. Scott Ye menekankan pentingnya keseimbangan antara keuntungan ekonomi, perlindungan lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat di sepanjang rantai pasok mineral.

Melalui kolaborasi ini, Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi pemasok nikel mentah, tetapi juga pusat industri mineral yang kompetitif dan berkelanjutan. "Manfaat ekonomi, perlindungan lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat harus berjalan seimbang," pungkas Scott.

Bagikan
Sumber: akurat.co

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks