JAWA BARAT — Manfaat finansial langsung yang diperoleh perusahaan dari inovasi tersebut mencapai Rp68 miliar. Sisanya merupakan efisiensi dan penghematan biaya operasional yang dihasilkan dari perbaikan proses produksi dan distribusi.
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, mengatakan bahwa partisipasi karyawan dalam program inovasi terus meningkat signifikan. Pada 2024, tingkat keterlibatan mencapai 95 persen, naik menjadi 97 persen pada 2025, dan kembali meningkat menjadi 98 persen pada KIPG 2026.
"Besarnya keterlibatan karyawan dalam inovasi menjadi cerminan bahwa semangat untuk berpikir kreatif, melakukan perbaikan, dan berkontribusi telah menjadi bagian dari budaya kerja di Petrokimia Gresik," ujar Daconi dalam keterangan resmi, Sabtu (13/6/2026).
Dari Pabrik ke Ketahanan Pangan
Selama empat dekade, KIPG telah menjadi mesin penggerak lahirnya berbagai terobosan. Inovasi-inovasi itu tidak hanya menyentuh aspek efisiensi pabrik dan keandalan operasional, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap penguatan ketahanan pangan nasional.
Daconi menambahkan, partisipasi dalam program ini mencakup seluruh jenjang organisasi, mulai dari staf hingga pejabat Band I dan Band II. Hal ini menunjukkan bahwa budaya inovasi sudah mengakar di semua lini perusahaan.
"Kesadaran karyawan terhadap pentingnya inovasi menjadi modal penting dalam menjaga daya saing perusahaan di tengah tantangan industri yang semakin dinamis," kata Daconi.
Modal Bersaing di Industri Pupuk
Bagi Petrokimia Gresik yang merupakan bagian dari holding Pupuk Indonesia, inovasi bukan sekadar program tahunan. Di tengah tekanan harga komoditas dan fluktuasi biaya energi, kemampuan menciptakan efisiensi dari dalam menjadi kunci untuk tetap kompetitif.
Dengan nilai tambah Rp154 miliar yang diraup dari ide-ide karyawan, perusahaan menunjukkan bahwa riset internal bisa menjadi sumber pertumbuhan yang berkelanjutan. Momentum 40 tahun KIPG pun menjadi penanda bahwa budaya inovasi di perusahaan ini bukanlah proyek sesaat, melainkan bagian dari DNA organisasi.