GARUT — Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut mencatat 13 negara telah mendaftar untuk Garut International Kite Festival. Acara berlangsung lima hari, mulai 29 Juli hingga 2 Agustus 2026, di Agrowisata Tepas Papandayan, kaki Gunung Papandayan.
Peserta Mancanegara dan Lokal Siap Unjuk Kebolehan
Kepala Disparbud Kabupaten Garut, Beni Yoga Gunasantika, mengonfirmasi jumlah peserta. "Kemarin (Senin, 15/6), yang sudah terdaftar 13 negara," ujarnya di Garut, Selasa.
Selain Indonesia, negara yang hadir meliputi Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, Korea Selatan, Jepang, China, Swiss, Swedia, Prancis, Italia, dan Belgia. Peserta dalam negeri datang dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Selatan.
Lokasi Unik: Dari Pantai ke Pegunungan
Festival tahun ini menghadirkan gebrakan lokasi. Biasanya digelar di pantai, Garut justru menawarkan pesona pegunungan yang memikat para pelayang internasional.
"Terpilihnya Garut ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelayang internasional," kata Beni.
Pemkab Siapkan Infrastruktur Pendukung
Pemerintah Kabupaten Garut mendukung penuh festival ini. Selain menarik wisatawan, acara ini diharapkan menggerakkan ekonomi lokal.
Disparbud tengah menyiapkan infrastruktur, terutama akses jalan menuju lokasi. "Ini kita menunggu penyelesaian infrastruktur jalan," tambah Beni.
Perbaikan akses di kawasan Cisurupan masih berlangsung dan ditargetkan rampung sebelum festival. Peserta dan pengunjung diharapkan menikmati perjalanan yang lebih nyaman menuju lokasi.
Apa yang Membuat Festival Ini Spesial?
Garut International Kite Festival bukan sekadar adu layang-layang antarnegara. Lokasi di ketinggian kaki Gunung Papandayan menghadirkan pengalaman berbeda. Angin pegunungan yang khas dan pemandangan hijau menjadi latar yang sulit ditemukan di festival serupa.
Pemkab Garut berharap festival ini mengangkat nama Garut di kancah internasional sebagai destinasi wisata budaya dan alam yang patut dikunjungi.