CIREBON — Kekhawatiran orang tua saat mengisi formulir pendaftaran sekolah secara daring menjadi perhatian serius Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon. Untuk mengatasinya, dinas membuka posko pendampingan di sekolah asal, sekolah tujuan, dan kantor Disdik, baik secara luring maupun dalam jaringan.
“Kami memberikan pelayanan baik di sekolah asal, di sekolah yang dituju, ataupun di Disdik luring dan daring,” kata Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdik Kota Cirebon Ade Cahyani di Cirebon, Kamis.
Tahap Pertama Fokus pada Tiga Jalur
Saat ini, SPMB Kota Cirebon memasuki tahap pertama yang mencakup tiga jalur: afirmasi, mutasi, dan prestasi. Sebelum mendaftar, calon murid diwajibkan membuat akun pada sistem yang telah disiapkan oleh pemerintah pusat.
Ade menjelaskan, sejumlah orang tua mulai berdatangan untuk berkonsultasi soal verifikasi nilai rapor, terutama yang menjadi syarat utama jalur prestasi. “Kalau ada orang tua yang misalkan memang ketakutan, takut salah dan lain sebagainya, boleh tidak dibantu oleh sekolah asal? Boleh, kami perkenankan,” ujarnya.
Kendala Paling Sering: Salah Input Data dan Koordinat Domisili
Dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, Ade menyebutkan dua kendala paling umum dalam pendaftaran daring. Pertama, kesalahan pengisian data pribadi dan nilai. Kedua, ketidaksesuaian titik koordinat domisili calon murid dengan alamat yang terdaftar.
Ia menegaskan, sekolah berhak menolak data yang tidak sesuai hasil verifikasi. Oleh karena itu, orang tua dan calon murid diminta memastikan seluruh data yang di-input telah benar sebelum dikirimkan ke sistem.
“Kami ingin memberikan pelayanan optimal dan pelayanan maksimal supaya semua orang tua bisa terlayani dengan baik,” kata Ade.
Bantuan Boleh dari Sekolah Tujuan, Proses Tetap Daring
Disdik memberikan kelonggaran bagi orang tua yang kesulitan mengakses layanan digital. Bantuan tidak hanya bisa diberikan oleh sekolah asal, tetapi juga oleh sekolah tujuan yang akan dimasuki calon murid.
Meski demikian, Ade menekankan bahwa proses pendaftaran tetap harus dilakukan secara daring dan verifikasi data berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku. Hal ini untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas penerimaan murid baru.
Kuota Tahap Pertama: 55 Persen dari Daya Tampung
Pada SPMB tahap pertama, Disdik Kota Cirebon menetapkan kuota jalur prestasi sebesar 30 persen, afirmasi 20 persen, dan mutasi lima persen. Total kuota yang dibuka pada tahap ini mencapai 55 persen dari keseluruhan daya tampung yang tersedia.
“Sebagian kuota afirmasi juga dialokasikan bagi peserta didik berkebutuhan khusus (PDBK). Sebanyak 45 persen kuota sisanya akan dibuka pada tahap kedua melalui jalur domisili sesuai ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah daerah,” jelas Ade.
Disdik Kota Cirebon mendata jumlah lulusan SD di wilayahnya tahun ini diperkirakan mencapai 5.000 siswa. Seluruh lulusan tersebut dinilai berpeluang tertampung di SMP negeri dan swasta yang tersedia di Kota Cirebon.