Pencarian

Target PLTS 100 GW Terganjal SDM Lokal, Ratusan Proyek Listrik Desa Terbengkalai

Selasa, 30 Juni 2026 • 21:23:01 WIB
Target PLTS 100 GW Terganjal SDM Lokal, Ratusan Proyek Listrik Desa Terbengkalai
Proyek listrik desa di Jawa Barat terbengkalai akibat keterbatasan SDM lokal dalam pemeliharaan PLTS.

JAWA BARAT — Pengalaman pahit proyek elektrifikasi desa di Indonesia menjadi alarm keras bagi pemerintah. Kepala Pusat Pengembangan SDM Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (PPSDM KEBTKE) Edi Wibowo mengungkapkan, sejumlah infrastruktur energi yang sudah terbangun tidak berjalan optimal karena warga setempat tidak mampu merawatnya.

"Dari pengalaman di lapangan, banyak infrastruktur energi yang sudah terbangun namun tidak berjalan optimal karena tidak bisa merawatnya. Ini yang harus kita pecahkan lebih dulu," katanya dalam forum Bincang Energi bertajuk "Menuju 100 GW: Membangun Ekosistem Listrik Desa", Selasa (30/6/2026).

Pelatihan Terlambat, Proyek Terbengkalai

Selama ini, pola pembangunan proyek PLTS di daerah terpencil kerap salah sasaran. Masyarakat lokal baru dilatih setelah semua panel surya terpasang, bukan sejak awal proyek dirancang. Akibatnya, ketika terjadi kerusakan ringan, tidak ada yang mampu memperbaiki.

Edi menegaskan, transisi energi bukan sekadar membangun infrastruktur. "Masyarakat lokal harus dilibatkan sejak awal proyek dimulai, dilatih dan disertifikasi untuk mengoperasikan dan memelihara sistem," tegasnya.

Ekosistem Pelatihan Harus Sekencang Pembangunan

Tantangan berikutnya adalah kecepatan. Pemerintah menargetkan kapasitas PLTS 100 GW, namun ekosistem pelatihan dan sertifikasi teknis masih berjalan lambat. "Tantangan kita sekarang adalah memastikan ekosistem pelatihan dan sertifikasi bisa bergerak secepat laju pembangunannya," ujar Edi.

BPSDM ESDM mencatat, minimnya anggaran pemeliharaan jangka panjang, keterbatasan akses suku cadang, dan belum memadainya sistem pemantauan jarak jauh (remote monitoring) menjadi penyebab utama proyek-proyek listrik desa beroperasi di bawah kapasitas.

Pencapaian target 100 GW tidak hanya diukur dari kapasitas terpasang. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana listrik dapat menjangkau desa dan daerah terpencil serta memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat. Tanpa SDM lokal yang mumpuni, ambisi besar ini hanya akan menjadi deretan panel surya yang mati sia-sia.

Bagikan
Sumber: ekbis.sindonews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks