JAWA BARAT — SolarEdge resmi membuka pemesanan untuk platform penyimpanan energi rumah tangga terbaru mereka, Nexis, di seluruh Amerika Serikat. Sistem ini dirancang untuk mengatasi masalah klasik yang dihadapi installer: waktu pasang yang lama, kabel yang rumit, dan keterbatasan lokasi penempatan baterai. Peluncuran ini menyusul debut Nexis di Jerman yang mencatat rekor volume pemesanan.
Modul Baterai Ringan, Instalasi Tanpa Ribet
Perubahan paling mendasar ada pada arsitektur baterai. Alih-alih mengangkat satu paket baterai besar dan berat, installer kini merakit modul-modul ringan yang saling mengunci tanpa perlu menyambungkan kabel di antaranya. SolarEdge mengklaim sistem ini bisa dipasang dalam waktu kurang dari 30 menit.
“Sebelum SolarEdge Nexis, setiap pemasangan baterai melibatkan banyak perencanaan dan tenaga,” ujar Tate Abdon, direktur instalasi Senga Energy, perusahaan pemasang di California. Menurut Abdon, opsi IslandDER pada platform ini bahkan bisa menghilangkan kebutuhan panel beban cadangan di banyak instalasi.
“Jujur saja, ini seperti bermain Lego,” tambah Abdon. “Kami menyelesaikan pemasangan lebih cepat, lebih sedikit menggunakan conduit, mengurangi kekacauan di dinding, dan hasil akhirnya lebih rapi.”
Kapasitas 5–80 kWh, Inverter Sampai 13 kW
Kapasitas baterai dimulai dari 5 kWh dan bisa ditingkatkan secara bertahap hingga 80 kWh. Fleksibilitas ini memungkinkan pemilik rumah menyesuaikan sistem dari sekadar cadangan dasar hingga kebutuhan listrik seluruh rumah. Inverter anyar Nexis mampu menghasilkan daya hingga 13 kW saat terhubung ke jaringan listrik, dan naik menjadi 14,5 kW saat listrik padam.
Platform ini juga mendukung arus locked rotor hingga 185 ampere, cukup untuk menyalakan sistem HVAC (pendingin dan pemanas ruangan) berdaya besar selama kondisi darurat. SolarEdge mengklaim Nexis menggunakan ruang dinding 40 persen lebih sedikit dibandingkan sistem sejenis, dan satu platform inverter tunggal bisa menangani instalasi dari 3,8 kW hingga 13 kW.
Diproduksi di AS, Bantu Syarat Konten Lokal
Seluruh perangkat Nexis diproduksi di Amerika Serikat. Status ini bisa membantu proyek-proyek tertentu memenuhi persyaratan konten domestik, yang kerap menjadi syarat insentif atau pendanaan. Dari sisi konfigurasi, sistem ini juga bisa diatur sebagai AC-coupled, memberi installer lebih banyak opsi untuk proyek retrofit maupun bangunan baru.
SolarEdge Nexis menggabungkan teknologi inverter terbaru, penyimpanan baterai, dan perangkat lunak manajemen energi dalam satu platform yang lebih ringkas. Langkah ini menjadi andalan perusahaan asal Israel itu untuk membalikkan tren penurunan bisnisnya sejak pasar tenaga surya atap mulai meredup pada 2023. Saham SolarEdge yang sempat anjlok 90 persen kini mulai kembali dilirik investor setelah momentum pemulihan mulai terlihat.