BANDUNG — Dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dinilai sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap petugas garda terdepan keselamatan perjalanan kereta api. Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menyebut atensi tersebut menjadi semangat bagi seluruh insan KAI yang setiap hari bertugas di perlintasan sebidang.
Kronologi Pengeroyokan di JPL 227 Leuwigoong
Peristiwa kekerasan itu terjadi di petak jalan Karangsari–Cibatu, Garut. Petugas JPL 227 Leuwigoong yang tengah mengutamakan keselamatan perjalanan kereta api justru menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah oknum.
"Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Gubernur Jawa Barat beserta seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang telah memberikan perhatian dan atensi penuh terhadap peristiwa pengeroyokan yang dialami petugas JPL 227 Leuwigoong," ujar Kuswardojo.
Langkah Hukum: Polsek dan Polres Garut Bergerak Cepat
KAI Daop 2 Bandung juga menyatakan dukungan penuh terhadap kinerja aparat kepolisian dalam mengungkap kasus ini. Polsek Leuwigoong dan Polres Garut disebut telah melakukan penangkapan terhadap para pelaku serta memprosesnya sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
"Kami mendukung sepenuhnya kinerja Polsek Leuwigoong dan Polres Garut dalam melakukan penangkapan serta proses hukum terhadap para pelaku. Kami berharap penegakan hukum dapat berjalan dengan baik sehingga memberikan rasa keadilan bagi petugas serta menjadi efek jera agar kejadian serupa tidak kembali terjadi," tambah Kuswardojo.
Sinergi Pemprov Jabar dan KAI untuk Keselamatan Perlintasan
Selain merespons insiden kekerasan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dinilai telah lama menjalin kolaborasi dengan KAI dalam berbagai upaya peningkatan keselamatan. Sinergi itu mencakup peningkatan disiplin masyarakat di perlintasan sebidang, edukasi keselamatan, serta dukungan terhadap program-program keselamatan kereta api.
Perlintasan sebidang merupakan titik rawan yang memerlukan kepatuhan tinggi dari seluruh pengguna jalan. Sesuai peraturan perundang-undangan, pengguna jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api serta mematuhi seluruh rambu, sinyal, dan arahan petugas di perlintasan.
Harapan agar Masyarakat Lebih Menghargai Petugas
KAI Daop 2 Bandung berharap peristiwa ini menjadi pembelajaran bagi masyarakat untuk semakin menghargai tugas petugas penjaga perlintasan yang bekerja demi keselamatan bersama. Kuswardojo menekankan bahwa keselamatan perjalanan kereta api bukan hanya tanggung jawab KAI atau petugas, melainkan tanggung jawab bersama.
"Kami berharap kejadian ini menjadi pengingat bagi seluruh pengguna jalan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama. Hormati petugas yang sedang menjalankan tugas, patuhi seluruh aturan di perlintasan sebidang, dan selalu dahulukan perjalanan kereta api," kata Kuswardojo.
KAI Daop 2 Bandung berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan masyarakat, guna mewujudkan budaya keselamatan yang lebih baik di seluruh perlintasan sebidang.