BANDUNG — Kepastian pelaksanaan MTQ Jabar ini disampaikan langsung kepada seluruh Ketua LPTQ kabupaten dan kota se-Jawa Barat pada Minggu, 2 Agustus 2026. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa penyelenggaraan MTQ kali ini harus menjadi teladan, terutama dalam menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran.
"Untuk itu saya ucapkan terima kasih pada semuanya dengan satu catatan penting. MTQ ini mengembangkan syiar Islam, mengajarkan nilai-nilai Al-Quran, maka penyelenggaraannya harus menjunjung tinggi asas kejujuran. Harus jujur dalam penyelenggaraan, jujur dalam penjurian," kata Dedi.
Keputusan di Balik Pembatalan Garut sebagai Tuan Rumah
Keputusan Pemprov Jabar mengambil alih posisi tuan rumah bukan tanpa sebab. Sebelumnya, Kabupaten Garut telah ditunjuk sebagai penyelenggara, namun harus mengundurkan diri. Kondisi keuangan daerah yang tidak memungkinkan menjadi alasan utama di balik pembatalan tersebut.
Langkah cepat diambil oleh pemerintah provinsi agar agenda pembinaan generasi muda terhadap Al-Quran tidak tertunda. Dengan skema baru ini, seluruh tahapan MTQ diharapkan berjalan sesuai rencana awal tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Garut.
MTQ Bukan Sekadar Lomba, tapi Sarana Pererat Ukhuwah
Di tengah kepastian jadwal tersebut, Asep Sukmana menekankan makna penting MTQ yang lebih luas dari sekadar kompetisi membaca Al-Quran. Menurutnya, ajang ini menjadi instrumen strategis untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap kitab suci.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemprov Jabar yang telah bersedia menjadi tuan rumah MTQ Jabar, karena MTQ bisa menumbuhkan kecintaan terhadap generasi muda terhadap Al-Qur'an," ujar Asep dalam keterangannya, Minggu, 2 Agustus 2026.
Mengapa Kejujuran Jadi Sorotan Utama Gubernur?
Pernyataan tegas Gubernur Dedi Mulyadi mengenai asas kejujuran menyiratkan standar tinggi yang ingin diterapkan dalam ajang bergengsi ini. Integritas disebut sebagai fondasi utama, baik dalam proses penyelenggaraan di lapangan maupun objektivitas para dewan hakim saat menilai para qori dan qoriah.
Dengan komitmen tersebut, Pemprov Jabar berharap MTQ tidak hanya melahirkan juara, tetapi juga menjadi wahana pembentukan karakter Islami yang kuat bagi seluruh peserta dan masyarakat Jawa Barat.