JAWA BARAT — Kasus Lindsay Auto Group di Maryland jadi contoh nyata bagaimana dealer memikat pembeli dengan harga rendah di iklan. Menurut Federal Trade Commission (FTC), harga tersebut tidak pernah benar-benar ada—konsumen harus memenuhi syarat berbagai rebate yang hampir mustahil didapat. Bahkan salah satu manajer dilaporkan sempat mengakui harga iklan itu tidak realistis, dan pembeli akhirnya membayar ratusan hingga ribuan dolar lebih mahal dari harga yang dijanjikan. Pada 2024, usaha dealer tersebut digugat oleh jaksa agung negara bagian dan FTC.
Kasus serupa menimpa Asbury Automotive di Texas. Konsumen yang sudah sepakat dengan total harga kendaraan justru diarahkan ke skema "payment packing"—angsuran bulanan dihitung lebih tinggi dari seharusnya, lalu dealer diam-diam memasukkan add-on tambahan agar angkanya cocok. Banyak korban bahkan sempat menolak add-on tersebut, namun biaya tetap muncul di tagihan. FTC juga menyebut praktik ini secara tidak proporsional menyasar pembeli minoritas.
Baca Setiap Detail Iklan Sebelum Datang ke Dealer
Gillian Friedman, Partner di Chudnovsky Law yang pernah jadi jaksa di California Department of Justice selama 22 tahun, menyarankan konsumen untuk curiga pada harga yang jauh di bawah rata-rata pasar. "Hati-hati dengan harga yang tampak tidak biasa rendah, iklan kendaraan yang tiba-tiba dilaporkan 'baru saja terjual', atau tekanan untuk mempertimbangkan alternatif yang lebih mahal," ujarnya.
Sebelum mengunjungi dealer, minta informasi ketersediaan unit berdasarkan nomor VIN. Friedman juga menyarankan untuk mengambil tangkapan layar iklan sebagai bukti kalau terjadi selisih harga di lapangan.
Aturan Hukum yang Masih Berlaku di 2026
Sebenarnya ada aturan bernama CARS Rule yang dirancang khusus melarang praktik bait-and-switch dan biaya dealer tersembunyi. Sayangnya, aturan itu dibatalkan Pengadilan Banding Sirkuit Kelima pada 2025 dan resmi ditarik pada 2026. Meski begitu, bukan berarti dealer bebas bertindak semaunya.
Menurut Friedman, praktik menipu tetap ilegal lewat Section 5 FTC Act dan undang-undang perlindungan konsumen negara bagian. "Pada 2026, FTC telah memperingatkan sejumlah dealer bahwa harga yang diiklankan harus sudah termasuk semua biaya dealer yang bersifat wajib," jelasnya.
Langkah Konkret Sebelum Tanda Tangan Kontrak
Konsumen punya posisi tawar yang kuat jika meminta dokumen harga lengkap sebelum menyetujui apa pun. "Minta harga out-the-door yang dirinci item per item secara tertulis sebelum menandatangani perjanjian apa pun," kata Friedman. Munculnya biaya tambahan hanya saat proses penandatanganan harus dianggap sebagai tanda bahaya.
Cara ini juga melindungi pembeli dari praktik "payment packing" seperti kasus Asbury. Dengan dokumen tertulis, semua komponen harga—dari PPN, biaya administrasi, hingga asuransi—sudah jelas sejak awal tanpa ruang untuk permainan angka di belakang layar.
Ke Mana Melapor Jika Sudah Terlanjur Jadi Korban?
Jika sudah terlanjur dirugikan, konsumen bisa mengajukan pengaduan ke FTC melalui situs resminya, menghubungi jaksa agung negara bagian setempat, atau berkonsultasi dengan pengacara yang fokus pada kasus penipuan otomotif. Di Indonesia, konsumen yang mengalami praktik serupa bisa melapor ke Kemendag atau YLKI dengan membawa bukti iklan, perjanjian kredit, dan semua dokumen transaksi.
Kuncinya, dokumentasikan semua komunikasi sejak awal dan jangan pernah membayar uang muka sebelum melihat rincian harga tertulis. Satu tanda tangan di kontrak bisa menutup celah tuntutan hukum di kemudian hari.