JAWA BARAT — Microsoft meluncurkan mekanisme baru yang mengubah status kaset fisik Xbox One dan Xbox Series X menjadi salinan digital. Kabar ini menjadi kejutan positif bagi komunitas gamer yang selama ini ragu membeli game fisik karena khawatir tertinggal zaman. Alih-alih memaksa pemain pindah platform, Microsoft justru menghadirkan jembatan antara dua era distribusi tersebut.
Sistem ini memanfaatkan teknologi yang tertanam langsung di konsol. Pengguna cukup memasukkan cakram game yang didukung ke dalam mesin, menjalankan permainannya, dan salinan digital akan terklaim secara otomatis. Tidak perlu aplikasi tambahan maupun kode redeem khusus. Prosesnya berjalan mulus dan langsung terhubung ke akun Microsoft pengguna.Lisensi Digital Mengikuti Fisik, Bukan Akun
Kebijakan paling menarik dari fitur ini justru terletak pada sistem lisensinya. Microsoft menegaskan bahwa lisensi digital yang didapatkan bersifat satu lisensi per cakram dan terikat pada kepingan fisiknya, bukan pada akun Microsoft yang melakukan klaim. Konsekuensinya, jika kaset tersebut dijual, ditukar, atau dipinjamkan ke pemain lain, hak lisensi digital di akun sebelumnya langsung dicabut dan berpindah ke konsol pemilik baru.
Mekanisme ini dirancang untuk menutup celah eksploitasi. Sebelumnya, pemain bisa meminjam kaset teman, mengklaim lisensi digitalnya, dan mengembalikan kaset tersebut tanpa kehilangan akses. Dengan sistem baru, praktik itu tidak lagi memungkinkan. Bagi penjual game bekas, ini kabar baik — nilai jual kaset fisik tidak akan tergerus oleh penyalahgunaan lisensi.
Kaset fisik yang sudah diklaim pun tidak menjadi hangus. Cakram tersebut tetap berfungsi normal layaknya kepingan fisik biasa, bisa dimainkan kapan saja selama tidak berpindah tangan. Pemain diberi kebebasan penuh untuk memilih antara media fisik atau digital dari game yang sama.
Play Anywhere dan Cloud Gaming Jadi Bonus
Setelah salinan digital terklaim, pemain mendapatkan akses penuh ke ekosistem digital Microsoft. Game yang mendukung Xbox Play Anywhere akan otomatis bisa dimainkan langsung di PC Windows tanpa pembelian ulang. Fitur ini jadi nilai tambah besar, mengingat banyak pemain Indonesia yang memiliki dua perangkat sekaligus.
Dukungan Xbox Cloud Gaming juga disertakan, memungkinkan pemain melakukan streaming game ke perangkat lain. Bagi pemilik Xbox Series S yang tidak memiliki laci cakram, fitur ini juga membuka jalan untuk mengonversi koleksi fisik mereka ke format digital yang bisa dimainkan di konsol tersebut, selama kaset aslinya masih dimiliki.
VP of Next Generation Xbox, Jason Roland, menegaskan bahwa ribuan judul Xbox One dan Xbox Series X sudah didukung sejak peluncuran awal fitur ini. Ia juga menyebut langkah ini sebagai komitmen besar Microsoft terhadap pelestarian game di tengah pergeseran tren distribusi global.
Kontras dengan Sony, Isyarat Menuju Era All-Digital
Kebijakan Microsoft ini muncul di tengah situasi industri yang memanas. Sony sempat memicu protes besar penggemar setelah mengumumkan rencana menghentikan total produksi kaset fisik PlayStation mulai 2028. Sony beralasan permintaan pasar digital sudah jauh melampaui penjualan fisik, sehingga kebijakan tersebut dinilai sejalan dengan tren komunitas.
Microsoft sendiri belum memberi pernyataan resmi soal nasib lini kaset fisik first-party mereka ke depan. Meski inisiatif disc-to-digital terlihat pro-konsumen, banyak analis meyakini Xbox pada akhirnya akan mengikuti jejak Sony menuju ekosistem sepenuhnya digital. Fitur ini diposisikan sebagai jembatan halus untuk membiasakan gamer sebelum laci cakram benar-benar hilang di generasi perangkat keras berikutnya.
Bagi pengguna di luar program Xbox Insiders, jadwal peluncuran publik fitur ini masih dirahasiakan.