BANDUNG — Jawa Barat tercatat sebagai provinsi dengan penerima manfaat program Rumah Yatim terbesar sepanjang 2025. Dari total 836.258 jiwa yang memperoleh bantuan di 21 provinsi, sebanyak 225.227 jiwa di antaranya berada di wilayah Jabar.
Angka itu menempatkan provinsi ini di posisi teratas, mengungguli DKI Jakarta yang mencapai 152.708 jiwa dan Banten dengan 110.583 jiwa. Sumatera Utara menyusul dengan 70.142 jiwa, disusul DI Yogyakarta sebanyak 52.541 jiwa.
Bidang Kemanusiaan Dominasi Program Penyaluran Bantuan
Direktur Marketing dan Komunikasi Rumah Yatim, Sani Ramdani, menyebut capaian ini bukan sekadar catatan administratif. Setiap penerima manfaat memiliki kebutuhan yang berbeda, sehingga lembaganya berupaya menerjemahkan amanah publik menjadi program yang tepat sasaran.
"Bagi kami, setiap penerima manfaat memiliki cerita dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, capaian 836 ribu lebih penerima manfaat sepanjang 2025 bukan hanya tentang angka, tetapi tentang bagaimana amanah masyarakat dapat diterjemahkan menjadi manfaat yang benar-benar dirasakan oleh mereka yang membutuhkan," ujar Sani.
Kelompok Masyarakat Miskin Jadi Penerima Terbanyak
Dari sisi kategori penerima, masyarakat miskin mendominasi dengan total 682.637 jiwa. Kelompok fakir menerima manfaat bagi 96.564 jiwa, sementara fisabilillah tercatat sebanyak 56.342 jiwa.
Rumah Yatim juga menyalurkan bantuan kepada kelompok amil, mualaf, ibnu sabil, serta gharimin yang tersebar di berbagai daerah.
Program Kemanusiaan Jangkau 641 Ribu Jiwa
Bidang kemanusiaan menjadi sektor dengan penerima manfaat terbesar sepanjang tahun lalu, menjangkau 641.134 jiwa. Program pendidikan menyusul dengan 114.805 jiwa penerima, sedangkan sektor dakwah melayani 61.681 jiwa.
Adapun layanan kesehatan menjangkau 15.046 jiwa dan program pemberdayaan ekonomi menyentuh 3.592 jiwa. Realisasi ini merupakan hasil kolaborasi dengan para donatur yang mempercayakan penyaluran zakat, infak, sedekah, serta wakaf kepada lembaga tersebut.
Komitmen Transparansi dan Perluasan Jangkauan
Sani menambahkan, keberlanjutan program sangat bergantung pada kepercayaan masyarakat. Rumah Yatim berkomitmen menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan serta penyaluran bantuan agar dampaknya berkelanjutan.
"Kepercayaan masyarakat adalah amanah yang harus kami jaga. Kami terus berupaya memastikan setiap program dilaksanakan secara profesional, tepat sasaran, dan memberikan dampak yang berkelanjutan," katanya.
Ke depan, organisasi sosial ini akan memperkuat program yang telah berjalan sekaligus memperluas jangkauan bantuan. Langkah tersebut diambil agar semakin banyak masyarakat yang membutuhkan dapat menerima manfaat di tahun-tahun mendatang.