JATINANGOR — Program DPLK BRI menyusul kebutuhan perencanaan finansial jangka panjang bagi pegawai yang akan memasuki masa purnabakti. Dalam skema iuran pasti, besaran iuran telah ditetapkan sejak awal, sementara hasil pengelolaannya bergantung pada kinerja investasi yang dijalankan BRI.
Bagi dosen dan tenaga kependidikan tetap Unpad, iuran pensiun dibayarkan oleh universitas sebagai pemberi kerja. Artinya, pegawai tidak perlu menyisihkan dana pribadi untuk kepesertaan program.
Siapa yang Menanggung Iuran Pensiun Pegawai Unpad
Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita, menyebut program dirancang agar masa pensiun tidak menjadi penghalang bagi pegawai untuk tetap beraktivitas dan menjaga kesejahteraan. Universitas, kata dia, berupaya menyusun skema yang meringankan beban pegawai.
"Bahwa Pensiun itu perlu dipersiapkan dengan baik. Dengan program ini, harapannya Unpad juga berkontribusi untuk mempersiapkan masa pensiun pegawai tanpa membebani pegawai itu sendiri. Unpad tetap memikirkan Bapak-Ibu sekalian pada saat nanti sudah menjalani purnabakti," kata Arief dalam sambutannya.
Komitmen BRI Mengawal Tata Kelola Dana Purnabakti
Area Head 2 BRI Region 9 Bandung, Ferdian Handoko, menegaskan pihaknya siap mengawal layanan bagi seluruh pegawai Unpad. Ia menyebut tata kelola DPLK BRI dijalankan secara profesional dan transparan.
"Kami sangat bangga dan mengapresiasi langkah Unpad yang memercayakan pengelolaan dana pensiun pegawainya melalui produk DPLK BRI. Momen peresmian dan sosialisasi ini merupakan wujud komitmen bersama antara BRI dan Universitas Padjadjaran dalam memastikan para dosen serta tenaga kependidikan memiliki kepastian dan kesiapan finansial saat memasuki masa purnabakti kelak. Melalui tata kelola DPLK BRI yang profesional dan transparan, kami siap mengawal serta memberikan layanan terbaik bagi seluruh pegawai Unpad," ujar Ferdian, didampingi Branch Office Head BRI Sumedang Heru H.
Mengapa Persiapan Dana Pensiun Sebaiknya Dimulai Sejak Dini
Assistant Vice President DPLK Business 1 Kantor Pusat BRI, Hindarsih Widyastuti, memaparkan pentingnya perencanaan dana pensiun untuk menjaga kesejahteraan finansial pada masa purnabakti. Sosialisasi di Bale Sawala, Gedung Rektorat Unpad, diarahkan mendorong peserta memulai persiapan sedini mungkin.
Kegiatan itu dihadiri dosen dan tenaga kependidikan tetap Unpad. Selain peresmian, agenda mencakup pemaparan teknis pemanfaatan program DPLK BRI bagi calon peserta.
Kolaborasi Unpad–BRI menambah daftar kerja sama pengelolaan kesejahteraan pegawai di lingkungan perguruan tinggi negeri. Bagi peserta, kepastian besaran iuran menjadi pegangan awal sebelum hasil investasi dihitung pada saat memasuki masa purnabakti.