BOGOR — Pagar seng kini terpasang di sisi kiri dan kanan perlintasan Jalan MA Salmun. Kendaraan tidak lagi bisa melintas. Namun pintu khusus dibiarkan terbuka untuk pejalan kaki, dan warga memanfaatkannya tanpa hambatan.
Pantauan di lokasi pada Rabu 4 November 2026 memperlihatkan pejalan kaki tetap menyeberang rel dengan bebas. Mereka sesekali berhenti di pinggir rel saat kereta melintas. Kondisi itu dinilai sejumlah pihak berpotensi membahayakan keselamatan.
Mengapa Pejalan Kaki Masih Ditolelir Melintas
Camat Bogor Tengah Dheri Wiriadirama menjelaskan pengecualian itu diambil dengan pertimbangan akses pendidikan. Banyak anak sekolah masih menyeberang di titik tersebut dan membutuhkan jalur menuju sekolah.
"Kalau pejalan kaki memang masih ditolelir. Karena asumsi banyak anak sekolah yang masih nyebrang dan butuh akses kesitu," jelas Dheri.
Penutupan perlintasan sendiri tidak mengubah mobilitas warga yang berjalan kaki. Pagar hanya memblokir kendaraan bermotor, sementara jalur orang tetap dibuka petugas.
Petugas KAI Masih Berjaga di Perlintasan
Untuk menekan risiko kecelakaan, Pemkot Bogor melalui Kecamatan Bogor Tengah telah berkoordinasi dengan PT KAI. Personel KAI diminta tetap stand by di perlintasan MA Salmun.
"Petugas KAI nya terus berjaga dan stand by disitu. Kalau semua sudah clear totally tidak bisa diakses, mereka (Petugas KAI) baru ditarik," ujar Dheri.
Kebijakan penutupan ini sudah dikoordinasikan dengan Kepala Stasiun Bogor. Penarikan petugas baru akan dilakukan setelah akses di perlintasan benar-benar tertutup total.
Imbauan Waspada bagi Warga yang Menyeberang
Dheri mengimbau pejalan kaki tidak lengah saat melintasi rel. Warga diminta memperhatikan rambu dan mendengarkan bunyi kereta yang akan lewat.
"Perhatikan rambu-rambu atau bunyi-bunyi kereta mau lewat, ikuti intruksi petugas jangan sampai nerobos-nerobos tanpa lihat kanan kiri," pungkasnya.
Hingga kini belum ada jadwal pasti kapan pintu khusus pejalan kaki di perlintasan MA Salmun akan ditutup permanen. Warga yang melintas setiap hari masih bergantung pada jalur itu untuk mencapai sekolah dan permukiman di sisi seberang rel.