SUMEDANG — Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai menata Jatinangor di Kabupaten Sumedang sebagai kawasan pendidikan terpadu bertajuk Kota Pelajar Jatinangor pada Minggu (3/5/2026). Gubernur Dedi Mulyadi menegaskan kesiapan anggaran untuk menyulap wilayah tersebut menjadi pusat pendidikan tinggi yang modern dan terintegrasi.
Penataan ini melibatkan kolaborasi lintas kampus untuk menyinkronkan berbagai disiplin ilmu mulai dari teknik, pemerintahan, hingga ilmu sosial. Fokus utama pengembangan mencakup perbaikan tata ruang dan sistem mobilitas yang selama ini dikeluhkan akibat kepadatan kendaraan di jalur utama.
Kolaborasi Rektor Rumuskan Konsep Kawasan Pendidikan Terpadu
Gubernur yang akrab disapa KDM ini meminta seluruh pimpinan perguruan tinggi di Jatinangor duduk bersama menyusun cetak biru pengembangan kawasan. Langkah ini dinilai krusial agar penataan memiliki arah yang jelas dan sesuai dengan kebutuhan akademik masing-masing institusi.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyatakan dukungan penuh, terutama dalam aspek legalitas tata ruang dan penyediaan anggaran. Namun, besaran dana yang akan dikucurkan masih menunggu hasil rumusan teknis dari forum para rektor tersebut.
"Saya meminta pada rektor-rektor itu, silakan berkumpul dan merumuskan kawasan itu secara bersama-sama. Nanti kita hitung pembiayaannya," ujar Dedi Mulyadi saat meninjau kawasan Jatinangor, Minggu (3/5/2026).
Solusi Mobilitas dan Keamanan Pejalan Kaki di Lingkungan Kampus
Selain penguatan aspek akademik, transformasi Jatinangor akan menyasar perbaikan infrastruktur jalan dan fasilitas publik. Pemprov Jabar menyoroti tingginya aktivitas kendaraan besar yang seringkali mengancam keselamatan mahasiswa dan warga saat menyeberang jalan.
KDM menegaskan bahwa kawasan pendidikan seharusnya memberikan prioritas tinggi bagi pejalan kaki dan pesepeda. Mobilitas yang aman dan efisien menjadi syarat mutlak bagi Jatinangor untuk menyandang status sebagai kota pelajar yang modern.
"Jangan sampai di kawasan perguruan tinggi, menyeberang saja tidak bisa karena kendaraan besar. Itu harus dibenahi," tegas KDM.
Jatinangor Sebagai Simpul Strategis Pendidikan Tinggi Jawa Barat
Keberadaan berbagai universitas ternama menjadikan Jatinangor sebagai simpul strategis pendidikan di Jawa Barat. Integrasi antar-kampus diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih kompetitif, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Melalui penataan terpadu ini, pemerintah ingin memastikan setiap jengkal lahan di Jatinangor berfungsi optimal dalam mendukung kegiatan belajar mengajar. Pengembangan ini juga mencakup penyediaan ruang terbuka hijau dan fasilitas sosial yang memadai bagi puluhan ribu mahasiswa.
Pemerintah berharap Jatinangor tumbuh menjadi kawasan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga nyaman secara visual dan fungsional. Implementasi program akan dilakukan secara bertahap dengan pengawasan ketat terhadap standar kualitas infrastruktur yang dibangun.