JAWA BARAT — Rehabilitasi ini bukan sekadar perbaikan fisik. Bagi petani di Lampung Barat, proyek ini menjadi harapan baru di tengah musim tanam yang kerap terganggu oleh irigasi yang tidak optimal. Distribusi air yang selama ini macet atau tidak merata diharapkan kembali normal, sehingga produktivitas sawah bisa naik signifikan.
Empat Daerah Irigasi Disulap, Bangunan Air Dibangun Ulang
Proyek Paket 2 ini menangani total panjang saluran 14,1 kilometer. Pekerjaan tidak hanya membersihkan saluran, tetapi juga merehabilitasi bangunan bagi, bangunan sadap, dan bangunan bagi-sadap yang rusak. Seluruh tahapan mengacu pada Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) untuk memastikan mutu dan keamanan kerja.
“Brantas Abipraya terus berkomitmen menghadirkan infrastruktur sumber daya air yang berkualitas dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Sekretaris Perusahaan Dian Sovana dalam keterangan resmi, Selasa (12/5). Menurutnya, irigasi yang andal menjadi kunci menjaga masa tanam tetap terjaga di tengah perubahan iklim.
Dukung Asta Cita Presiden, Ketahanan Pangan Jadi Target
Proyek ini juga digadang-gadang sejalan dengan agenda nasional. Dian Sovana menegaskan, rehabilitasi jaringan irigasi di Lampung Barat merupakan bagian dari penguatan ketahanan pangan yang menjadi salah satu Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. “Infrastruktur irigasi yang andal merupakan fondasi penting dalam menjaga produktivitas pertanian dan ketersediaan pangan,” katanya.
Brantas Abipraya sendiri bukan pemain baru di sektor infrastruktur air. BUMN konstruksi ini telah mengerjakan berbagai bendungan dan jaringan irigasi di sejumlah daerah. Proyek Lampung Barat ini menjadi bukti kontribusi mereka dalam pembangunan pertanian nasional.
Dengan irigasi yang pulih, petani di Suoh dan sekitarnya bisa berharap panen lebih teratur. Tidak hanya air yang mengalir, tetapi juga roda ekonomi desa yang ikut berputar.