BANDUNG — Rangkaian Napak Tilas Padjadjaran mencapai puncaknya di Kota Bandung malam ini. Pemerintah Daerah Jawa Barat menggelar Kirab Mahkota Binokasih yang dimulai dari Kiara Artha Park hingga berakhir di Gedung Sate.
Kegiatan budaya ini bukan sekadar arak-arakan biasa. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan, tahun ini Mahkota Binokasih diarak dengan prosesi adat, bukan lagi menggunakan mobil Jeep seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Mulai tahun ini Mahkota Binokasih diarak, bukan lagi pakai mobil Jeep, tetapi dengan acara kebudayaan yang berasal dari nilai leluhur kita, dibawa keliling Jabar,” kata Dedi Mulyadi dalam keterangan resmi.
Tiga Ruas Jalan Ditutup, Petugas Dikerahkan di Titik Pengalihan
Polrestabes Bandung melalui akun media sosial resmi @tmcpolrestabesbandung mengumumkan penutupan arus lalu lintas di Jalan Jakarta, Jalan Supratman, dan Jalan Diponegoro. Rekayasa lalu lintas berlaku selama pawai berlangsung.
Jajaran kepolisian memastikan petugas ditempatkan di sejumlah titik untuk mengarahkan pengendara ke jalur alternatif. “Tetap utamakan keselamatan, patuhi arahan petugas di lapangan, dan berkendara dengan tertib,” imbau Polrestabes Bandung.
Perjalanan Mahkota Sudah Dimulai Sejak 2 Mei dari Sumedang
Mahkota Binokasih memulai perjalanan dari Museum Geusan Ulun di Sumedang pada Sabtu (2/5) lalu. Benda pusaka itu kemudian diarak ke Kawali, Ciamis, sebelum singgah di Kampung Naga, Tasikmalaya.
Rute napak tilas berlanjut ke Cianjur, Bogor, Karawang, Depok, hingga Kabupaten Cirebon. Bandung menjadi kota kedelapan sekaligus lokasi acara puncak sebelum mahkota kembali ke Sumedang.
Hari Tatar Sunda Bakal Rutin Digelar Setiap Tahun
Dedi Mulyadi menambahkan, Kirab Mahkota Binokasih menjadi bagian dari perayaan Milangkala Tatar Sunda. Ke depan, Hari Tatar Sunda direncanakan berlangsung rutin setiap tahun.
Perayaan tidak hanya menyasar wilayah Jawa Barat, tetapi juga sebagian desa di Banten dan Jawa Tengah yang masih memiliki tradisi Sunda. “Mampir di 8 tempat, kemudian puncaknya nanti di Kota Bandung menuju Gedung Sate, dan kemudian nanti kembali lagi ke Sumedang,” ujar gubernur yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi itu.
Masyarakat Kota Bandung yang hendak melintas di sekitar Jalan Jakarta, Supratman, dan Diponegoro pada Sabtu malam ini disarankan mencari jalur alternatif sejak sore hari untuk menghindari kepadatan.