Pencarian

PP Pemuda Hidayatullah Kecam Kenaikan Harga Pertamax, Desak Pemerintah Evaluasi Kebijakan yang Memberatkan Rakyat

Jumat, 12 Juni 2026 • 13:06:01 WIB
PP Pemuda Hidayatullah Kecam Kenaikan Harga Pertamax, Desak Pemerintah Evaluasi Kebijakan yang Memberatkan Rakyat
PP Pemuda Hidayatullah mengecam kenaikan harga Pertamax yang dianggap memberatkan masyarakat.

JAKARTA — Kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax yang tembus Rp16.250 per liter memicu gelombang protes dari berbagai elemen masyarakat. PP Pemuda Hidayatullah secara resmi menyatakan penolakan, menilai kebijakan itu mengabaikan kondisi ekonomi rakyat yang masih dalam masa pemulihan pascapandemi.

Lonjakan harga sebesar 32 persen dalam sekali penyesuaian dinilai sangat memberatkan. Hanif Chaniago menyebut bahwa kenaikan ini bukan sekadar soal selisih harga di pompa bensin, melainkan akan memicu efek domino pada harga kebutuhan pokok lainnya.

"Kami dari Pemuda Hidayatullah mengkritik kenaikan BBM ini. Kebijakan ini sangat memberatkan rakyat kelas menengah yang mengandalkan BBM nonsubsidi untuk mobilitas harian mereka. Kemudian, di tengah situasi ekonomi yang serba sulit seperti sekarang ini, menaikkan harga BBM justru akan memicu efek domino terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok lainnya," ujar Hanif dalam keterangan resminya, baru-baru ini.

Efek Domino pada Harga Kebutuhan Pokok

Menurut Hanif, ketika biaya bahan bakar naik, biaya distribusi barang dan jasa ikut merangkak naik. Pada akhirnya, harga-harga kebutuhan pokok sehari-hari pun ikut membubung. Ia mengkhawatirkan rantai efek domino ini akan semakin mempersulit kehidupan masyarakat kelas bawah dan menengah yang sudah tertekan dari berbagai arah.

PP Pemuda Hidayatullah juga merespons narasi pemerintah yang mengaitkan kenaikan harga Pertamax dengan dinamika harga minyak global. Organisasi ini menilai justifikasi semacam itu tidak bisa menjadi alasan untuk mengalihkan seluruh beban kenaikan kepada rakyat.

Desakan Evaluasi Kebijakan yang Berpihak pada Rakyat

PP Pemuda Hidayatullah tidak hanya berhenti pada kritik. Organisasi ini secara aktif mendesak pemerintah untuk segera mengevaluasi kebijakan kenaikan harga Pertamax secara menyeluruh. Evaluasi diharapkan tidak bersifat kosmetik, melainkan mengkaji ulang apakah kebijakan ini sudah mempertimbangkan kapasitas ekonomi riil masyarakat.

Pemerintah juga diminta untuk tidak berhenti di tingkat evaluasi, tetapi bergerak lebih jauh dengan mencari solusi alternatif yang benar-benar berpihak pada kemaslahatan rakyat. Pemuda Hidayatullah memperingatkan bahwa jika tekanan ekonomi ini terus dibiarkan tanpa respons kebijakan yang memadai, riak-riak sosial di lapisan masyarakat akar rumput bisa semakin meluas dan sulit dikelola.

Sikap tegas PP Pemuda Hidayatullah ini menjadi bagian dari suara-suara kritis yang semakin kencang dari berbagai elemen masyarakat sipil terhadap kebijakan BBM yang dinilai tidak sensitif terhadap kondisi ekonomi riil rakyat. Desakan untuk mengedepankan keberpihakan kepada masyarakat luas, bukan semata-mata mengikuti logika pasar global, kini semakin menguat dan tidak bisa diabaikan oleh para pengambil kebijakan.

Bagikan
Sumber: kanalberita.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks