JAWA BARAT — Gugatan yang diajukan ke Pengadilan Distrik California Utara ini menargetkan Tang Tan, mantan desainer Apple yang kini menjabat sebagai kepala hardware OpenAI, dan Chang Liu, mantan teknisi listrik Apple. Apple menuduh keduanya memerintahkan karyawan Apple yang diwawancarai OpenAI untuk membocorkan informasi perangkat, komponen, proses manufaktur, hingga hubungan dengan vendor yang belum dirilis.
Modus Pencurian: Dari Dokumen hingga Komponen Fisik
Apple mengungkapkan pola mencurigakan yang dilakukan oleh para rekrutan OpenAI. Dalam salah satu temuan, Tan disebut menyimpan dokumen internal Apple bertanda "Need to Know" yang berisi prosedur keamanan untuk karyawan yang mengundurkan diri. Dokumen ini kemudian dibagikan kepada rekrutan baru sebelum mereka memberikan pemberitahuan pengunduran diri ke Apple.
Bukti dari perangkat kerja milik seorang karyawan menunjukkan Tan memerintahkannya untuk "membawa beberapa komponen" yang pernah ia kerjakan ke sesi wawancara. Komponen tersebut meliputi baterai, SIP (System-in-Package), logic board, dan hardware lainnya. Apple mengklaim ini bukan insiden terisolasi dan beberapa kandidat OpenAI diminta melakukan hal serupa.
Chang Liu, mantan teknisi Apple, disebut menyimpan laptop milik Apple setelah keluar dari perusahaan dan mengeksploitasi celah keamanan untuk mengunduh lusinan dokumen rahasia Apple saat sudah bekerja di OpenAI. Liu juga diduga mempertahankan hubungan dengan Yu-Ting "Alyssa" Peng, seorang karyawan Apple yang terus memberinya informasi terbaru soal proyek, keputusan vendor, dan detail teknik Apple. Dalam salah satu pesan, Liu menulis kepada Peng, "LOL, saya ternyata masih bisa mengakses [network storage], lucu sekali."
Pendekatan Licik ke Pemasok Apple
Gugatan Apple juga menyebut OpenAI menggunakan informasi hardware rahasia Apple saat mendekati pemasok yang sama. Salah satu pemasok bahkan ditipu untuk menggunakan "teknik finishing logam rahasia" milik Apple untuk perangkat OpenAI dengan dalih sudah mendapat izin dari Apple.
"OpenAI telah beralih ke pencurian rahasia dagang untuk menumpang gratis pada inovasi Apple selama puluhan tahun," demikian bunyi gugatan tersebut. Apple menuduh OpenAI menciptakan budaya pencurian hardware dan menyebut bisnis hardware OpenAI "busuk hingga ke akarnya" karena bergantung pada informasi curian.
Kronologi dan Upaya Mediasi yang Gagal
Apple pertama kali menghubungi OpenAI pada Februari 2026 saat mengetahui potensi pencurian, namun OpenAI tidak merespons. Hal ini mendorong Apple melakukan investigasi lebih lanjut. Apple mengklaim OpenAI berada di bawah tekanan untuk merilis perangkat keras AI, sehingga mengambil jalan pintas alih-alih berinvestasi dalam pengembangan yang sah.
Meski gugatan menyebutkan nama Sam Altman, CEO OpenAI, dan mantan kepala desain Apple Jony Ive yang kini juga bekerja untuk OpenAI, keduanya tidak dijadikan tergugat. Apple juga tidak menuduh Altman atau Ive terlibat langsung. Namun, gugatan menyasar io Products, perusahaan yang diakuisisi OpenAI. Apple mencatat lebih dari 400 mantan karyawan Apple kini bekerja di OpenAI.
Tuntutan Hukum dan Dampak ke Pengguna
Dalam gugatan pelanggaran rahasia dagang ini, Apple meminta pengadilan mengeluarkan perintah untuk menghentikan OpenAI memiliki, menggunakan, atau mengungkapkan teknologinya. Apple juga menuntut ganti rugi yang akan ditentukan dalam persidangan. Tan dan Liu juga digugat secara terpisah atas pelanggaran kontrak karena melanggar perjanjian dengan Apple.
Menariknya, Apple menyebutkan kemitraan yang sedang berjalan dengan OpenAI untuk integrasi Siri-ChatGPT, namun menegaskan perjanjian tersebut tidak terkait dengan gugatan ini. Sebelumnya, beredar rumor bahwa hubungan Apple dan OpenAI mulai memburuk karena OpenAI disebut mempertimbangkan gugatan balik terhadap Apple terkait integrasi yang tidak sesuai harapan.