Pencarian

Emisi Karbon Microsoft Naik 25 Persen di 2025, AI Jadi Biang Kerok

Jumat, 10 Juli 2026 • 19:38:31 WIB
Emisi Karbon Microsoft Naik 25 Persen di 2025, AI Jadi Biang Kerok
Emisi karbon Microsoft naik 25 persen pada 2025 akibat ekspansi infrastruktur AI.

JAWA BARAT — Microsoft mengakui bahwa ekspansi infrastruktur AI menjadi penyebab utama membengkaknya jejak karbon perusahaan. Dalam laporan keberlanjutan terbaru yang dirilis pekan ini, emisi Microsoft justru bergerak ke arah sebaliknya dari komitmen yang digaungkan pada 2020: menjadi carbon negative pada 2030.

"Meskipun infrastruktur AI mendorong permintaan energi, air, lahan, dan material, solusi keberlanjutan tidak berjalan cukup cepat untuk memenuhi permintaan tersebut," tulis Microsoft dalam laporannya.

Keputusan Berani di Tengah Tekanan

Salah satu faktor yang turut menaikkan angka emisi adalah keputusan Microsoft untuk berhenti membeli unbundled renewable energy certificates (REC). Sebelumnya, REC memungkinkan perusahaan mengklaim penggunaan energi terbarukan tanpa benar-benar mengubah sumber listrik yang dipakai.

Microsoft menilai langkah ini justru lebih baik dalam jangka panjang. "Kami yakin perubahan ini akan menciptakan manfaat keberlanjutan yang lebih besar," ujar perusahaan. Alih-alih mengandalkan sertifikat, Microsoft kini fokus menambahkan listrik bebas karbon langsung ke jaringan listrik di lokasi pusat data beroperasi.

Masih Ada Secercah Kabar Baik

Meski emisi membengkak, Microsoft mencatat beberapa pencapaian positif di tahun fiskal 2025. Perusahaan berhasil mencocokkan 100 persen konsumsi listrik global tahunannya dengan energi terbarukan. Selain itu, Microsoft juga telah mereplenish (mengembalikan) lebih banyak air daripada yang digunakannya secara global — mendekati target water positive pada 2030.

Melanie Nakagawa, chief sustainability officer Microsoft, menegaskan bahwa perusahaan tidak akan menurunkan ambisinya. "Kami terus fokus pada carbon negativity pada 2030," katanya kepada GeekWire.

PR Besar Empat Tahun ke Depan

Dengan sisa waktu kurang dari empat tahun, Microsoft harus menemukan cara menekan emisi di tengah lonjakan permintaan daya AI yang masih terus bertambah. Tanpa terobosan signifikan dalam teknologi energi bersih dan efisiensi pusat data, target 2030 tampaknya semakin sulit diraih.

Bagikan
Sumber: engadget.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks