Pencarian

50 Ribu Warga Langkaplancar Pangandaran Tak Punya SPBU, Petani Tempuh 60 Kilometer demi Beli BBM

Jumat, 04 September 2026 • 10:32:01 WIB
50 Ribu Warga Langkaplancar Pangandaran Tak Punya SPBU, Petani Tempuh 60 Kilometer demi Beli BBM
Warga mengisi jeriken dengan BBM dari kios eceran di Kecamatan Langkaplancar, Pangandaran, yang tidak memiliki SPBU.

PANGANDARAN — Ketiadaan SPBU di Kecamatan Langkaplancar menjadi persoalan serius bagi petani dan pekebun yang menggantungkan aktivitas ekonominya pada BBM. Jarak tempuh 60 kilometer ke SPBU terdekat membebani warga yang membutuhkan bahan bakar untuk traktor, pompa air, hingga gergaji mesin.

Kondisi tersebut diperparah oleh geografis Langkaplancar yang berada di kawasan pegunungan, sehingga perjalanan menuju SPBU di Parigi tidak mudah. Warga yang hanya ingin mengisi kebutuhan harian harus menyiapkan biaya transportasi tambahan di luar harga BBM itu sendiri.

Kios Eceran Jadi Andalan, Risiko Mengintai

Salah seorang warga, Anton, menyebut kebutuhan BBM selama ini banyak dipenuhi melalui kios bensin eceran. Namun, cara ini dirasa kurang ideal lantaran harga yang dibayar warga biasanya lebih mahal dibandingkan harga resmi SPBU.

"Kendalanya adalah di sini (Langkaplancar) tidak ada pom bensin dan hanya mengandalkan kios bensin, sementara kehidupan ekonomi harus berjalan," katanya belum lama ini.

Petani Mau Patuh Aturan, Tapi Aksesnya yang Sulit

Anton menegaskan bahwa masyarakat sebenarnya berupaya mengikuti aturan saat membeli BBM menggunakan jeriken. Ia menyebut warga selalu melengkapi dokumen administratif seperti surat dari Dinas Pertanian dan rekomendasi dari pemerintah desa.

Persoalan mendasar, menurut dia, bukan terletak pada kemauan warga untuk patuh terhadap regulasi, melainkan tidak adanya akses yang mudah sekaligus legal terhadap BBM. Kata dia, hal ini perlu menjadi perhatian pemerintah daerah agar masyarakat tidak terus terjebak pada rantai distribusi yang tidak resmi.

Beban Ganda Warga Pegunungan

Langkaplancar termasuk wilayah selatan Pangandaran yang topografinya berbukit dan terpencil. Karakteristik ini membuat ketersediaan pasokan BBM sangat menentukan mobilitas hasil pertanian dan perkebunan.

Tanpa pasokan yang memadai, risiko terbesar justru muncul pada momen puncak panen, ketika kebutuhan mesin pertanian seperti pompa air dan mesin potong rumput melonjak drastis. Keterlambatan pasokan berpotensi menurunkan hasil produksi warga.

Apa Langkah Berikutnya?

Pemerintah daerah setempat diharapkan segera memetakan kebutuhan riil BBM di Kecamatan Langkaplancar. Opsi pembangunan SPBU baru, pembukaan agen resmi, atau penambahan kuota penyalur yang melayani daerah terpencil bisa menjadi solusi jangka pendek.

Namun hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak terkait soal rencana penambahan fasilitas penyaluran BBM di kecamatan tersebut. Sementara itu, warga terus mengandalkan jalur darat yang panjang setiap kali membutuhkan bahan bakar untuk menghidupkan roda ekonominya.

Follow jabarklik.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: radartasik.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks